Semua manusia mungkin tahu benar kapan hari terakhir di tahun 2008. Di mana tahun berikutnya yang diyakini Tionghoa sebagai tahun Kerbau Api akan diawali dengan sebuah akhir. Tahun 2008 begitu banyak menuai cerita. Cerita yang bilamana diperdengarkan kepada awam akan meninggalkan mimpi buruk. Sebuah kisah yang pula memperdengarkan sepasang kasih dan asmara memadu cinta mereka dengan bermacam cara. Sebuah naskah yang selama setahun sudah dilakoni oleh pemain - pemain dari berbagai usia, dengan sutradaranya Sang Maha Esa. 

Di tahun 2008 semua cerita bergulir satu demi satu. Bisa cerita, jelasmu? Dimulai sedari kematian sang diktator, dimana banyak kasus dan sengketa yang tidak terselesaikan dengannya. hingga KPK yang semakin beringas dalam membasmi kejahatan. Mulai dari Jaksa Agung sampai orang - orang DPR diembatnya ke meja hijau. Mulai dari Artalyta SUryani sampai Urip Tri Gunawan. Jikalau menilik dari segi lain seperti, katakanlah, agama, ceritanya akan lebih bernuansa lagi. Beringas, sebutlah. Seperti halnya noda - noda berbentuk pemaksaan kehendak kepada agama yang tidak diharapkan lahir. Atau pula sebuah aksi radikal mengatasnamakan sebuah kejayaan agama. Cerita bisa bermula dari berbagai arah. 

Bilamana kita mampu menerawang, mampulah kita untuk belajar dari masa kelam.

Bilamana kita mampu menerawang, mampulah kita untuk belajar dari masa kelam.

Waktu benar - benar berputar layaknya roda. Sebagian orang menganggap bahwa sesedih apapun kita, roda tidak akan pernah berhenti dan menunggu. Kitalah yang harus mengejar sang roda pada akhirnya. Yang tetap berhenti dan mati suri hanya akan dianggap sebagai angin lalu. Sebuah berita yang menghiasi layar kaca selama beberapa menit saja. Setelah itu, mungkin anda hanya tinggal ditembuskan ke Surga atau Neraka.

Sebuah cerita tidak pula harus menangkap seluruh gejala manusia. Tidakkah kita sadar selama tahun 2008 pula kita pernah menggelapkan dosa-dosa?

Full Article : Di Akhir Suatu Masa

{01Jan2009}