Deja vu yang terulang. Kembali. Semua perasaanku di saat fajar kembali terulang di kala senja menyinari Parijs van Java. Di dalam Cafe Starbucks kulihat dua sosok orang yang sangat kukenal. Aprikot dan Tukangkopi. Delegasi dari luar kota, ternyata. Dengan tegap namun pasti, aku melangkahkan kaki menemui antek - antek CahAndong dan BHI tersebut. Tak dinyana, sembari melebarkan sayap di internet via Laptop kesayangan, aku bertukar pikiran bersama mereka. Sementara itu pula aku, secara tidak sengaja, mengkacangi orang yang akhir - akhir ini sering pergi ke Bandung.
Sang waktu nampaknya enggan berbicara banyak. Jamku telah menjajal dirinya di angka enam. Awalnya aku hendak pulang, namun kedua pendatang nampaknya masih ingin memuaskan dirinya memburu buku di Gramedia Merdeka. Dikelilingi perasaan ingin tahu, aku pun bersama mereka.
Menambah ilmu pengetahuan adalah hal yang menyenangkan. Ah, hal tersebut nampaknya harus segera diurungkan ketika aku, bersama tukangkopi, menemukan sebuah buku. Buku yang kelak mendasari isi dari artikel ini.
Full Article :Bright Sunday : A Paranoia
Orang - orang bilang, kalau foto berbicara lebih banyak daripada seribu buah kata. Orang juga mengakui apabila, “Tanpa skrinsyut, semua adalah HOAX !” Orang juga menyatakan bahwa “68% kemungkinan artikel adalah palsu tanpa skrinsyut”, Ah, nggak. Yang terakhir hanyalah karangan saya.
Maka dari itu. Aku berikan sebuah galeri foto. Meski untuk sekarang hanyalah lima dari foto yang ada, namun itu hanya akal - akalan saya supaya kalian bisa mengunjungi Flickr Batagor ini.
Sekedar catatn apabila Bright Sunday ke-2 ini adalah ekspansi dari Bright Sunday versi ke-1 (Bukanlah judul yang mandiri), sehingga kalian bisa menungu lanjutannya nanti - nanti.
Full Article :Bright Sunday : 1000 words of Picture
“Hari Minggu itu cerah”, pikirku. Meski embun masih menyelimuti remangnya hari, namun laju motor yang dipacu kencang olehku memecah selimut dingin jalan Dago. Pada pukul sembilan aku sampai, dimana parkiran Merdeka sepi pada sepenggalah matahari. Aku melangkah maju, menjalani jalur yang sepi di kawasan Merdeka. Orang - orang berkumpul. A light blue crossed with clear white stripes. Gerombolan Batagor itu sudah berada di kawasan BIP, pikirku cepat.
Tak lama berselang setelah aku berniat menyebrangi jembatan penyebrangan, sosok Catur (Catur Nengsusmoyo) menghampiriku. “Eh, long time no see..” pikiranku kembali bergeliat, padahal malam sebelumnya aku bertemu muka dengannya dalam acara FJB08 itu.
Bersama - sama kami mengitari jembatan, memotret candid beberapa muka yang kami kenal berada di situ, lalu menyapa mereka satu - satu. Awh, ternyata ada blogger muda yang mau masuk sekolah kakakku dulu. Hahaha, nostalgia memang seru.
Tak lama berselang, satu persatu blogger - blogger itu mulai berdatangan, memboyong semangat dalam satu bendera kuat bernama persatuan. Sayang sekali sosok Ndoro Kakung dan Fertob tidak bisa menemani jalannya acara yang diperas dengan keringat orang - orang bandung itu. Tak apalah, memang waktu yang bagus adalah lain kali.
Full Article :Bright Sunday : Sehari dalam Usaha Pembersihan Lingkungan

Pernahkah terpikir bagi anda ntuk mencari pundi - pundi lewat media menulis ? Jangan kira fasilitas seperti ini bisa diremehkan ! Kecuali anda masih suka mengocok - ngocok kode via Microsoft Excel hanya untuk mengaudit uang di sebuah Bank Negara. Semua kalangan di Indonesia tidak mungkin menutup mata apabila Blog telah menjadi sebuah primadona, bahkan sampai Depkominfo telah menjadikannya keluarga.
Apabila banyak pula yang berpikir betapa mustahilnya mencari doku melalui jagat maya, maka tengoklah sosok Cosa Aranda yang mendapat tujuh belas juta per bulan berkat Google Adsense dan lainnya. Atau seorang Joko Susilo yang merubah penghasilannya menjadi tujuh puluh lima juta per seperduabelas tahun. Sekarang bukan hanya dunia entertainment yang bisa memiliki pemasukan sedemikian banyak.
Full Article :Mencari Uang dengan Blog
Kalian mendapat trackback yang banyak di sini. Apakah saya mengkritik ? Apakah saya akan dikecam karena hotlinking ? Tunggu, tunggu. Ozamu Tezuka, dalam suara karakternya Astro Boy pernah berkata :
“Kalau nggak dibuat setengah mati, susah sadarnya !”
~ Astro Boy 1, Kumpulan Cerita Ozamu Tezuka, terbitan Indonesia 1993
Jadi ? Silakan pikirkan di dalam hati.
—————–
Hari ini, aku kembali kepada luasnya jagat maya. Kembali ke tempat yang sama, dalam kejenakaan waktu yang berbeda. Lantunan lagu Red Warrior dari The Last Samurai masih berdentang mengikuti irama perjalanan waktu yang nyatanya menjadi agak lambat. Dengan langkah gontai, aku kembali melihat wajah Indonesia. Apa kabar Bunda ? Nampaknya engkau masih terdzalimi oleh kutu - kutu keparat yang sedang menggigiti otak dan kendali tubuhmu itu ? Ah, aku sedang tak ingin membahas itu, karena penceritaan yang ada di atas awan itu masih bisa disebut omong kosong. Akupun menengok ke bawah.
Full Article :Refused to Change
OPINIONSOFOTHERS
Bright Sunday : A Paranoia
2008-07-04 08:26:37
Bright Sunday : A Paranoia
2008-07-04 00:37:46
Bright Sunday : A Paranoia
2008-07-03 09:59:47
Bright Sunday : A Paranoia
2008-07-02 23:05:16
Bright Sunday : 1000 words of Picture
2008-07-02 20:50:01
Bright Sunday : A Paranoia
2008-07-02 17:22:01
Bright Sunday : A Paranoia
2008-07-02 17:12:45