main-image-viva-wordpress.jpgWordPress lebih dari sebuah layanan yang disediakan oleh Automattic, lebih daripada sebuah engine yang dikembangkan khusus untuk para pemuda – pemudi yang hendak pindah rumah. karena kelebihannya adalah dengan pembentukan lapisan – lapisan masyarakat yang solid.

“Dimana setiap hari Matt Mulenwegg dan kawan – kawan rela mengorbankan waktunya untuk memberlakukan update dan segala macam trial-and-error…?” Tanya seorang blogger.

“Bukan, bukan yang itu.”

Dalam hakikatnya, ada banyak pengguna dari layanan WordPress yang membentuk sebuah struktur layaknya Masyarakat Indonesia. Dimana macam – macam suku dan pengkotak – kotakkan rakyat amat terjadi layaknya di negeri Ibu Pertiwi. Dimana adu mulut dan perang jotos (Apa bukan seharusnya Adu Jotos dan Perang Mulut ? :-? ) amat terjadi di dalam konstruksi Blogosphere benua WordPress. Benar – benar, Viva WordPress(dotcom) !

Mengapa bisa sampai sebegitu saya yakin bahwa konstruksi Masyarakat ini sudah mengakar sangat kuat (Kayak Korupsi yang sepertinya sudah mendarah daging dan menjadi komoditas utama Bangsa Indonesia. ) ?

1. Legenda “U Comment I Comment”

Betapa kuatnya persaudaraan di benua WordPress ini, sehingga di kala sibuk pun, para Bloggerians yang mangkal di tempat mereka Online masih sempat memberikan sepatah dua patah kata sambutan untuk blog yang mereka kunjungi. Tak ayal, bloggers yang tersanjung dengan sambutan itu akan membalas kebaikan mereka dengan melakukan hal sama.

Meski skripsi harus segera diselesaikan, untuk WordPress, benua lain pun akan kuseberangi.” 

Berbagai norma dan etika sopan santun memang sudah menerap baik disini, meski tidak selamanya komentar itu nyambung dengan norma dan etika sopan santun. Kadangkala, para penjual bensin juga menaruh hati dengan keterikatan sosial yang terjadi disini, dengan cara mempromosikan salah satu dari produk mereka. Lebih lagi, para pemain bola yang memang sangat loyal dengan hobi tersebut, bisa saja tiba – tiba meneriakkan HETRIX pada kali ketiga berkomentar. :-“

Kegiatan yang dinamakan Blogwalking ini sudah menjadi kegiatan rutin sehari – hari bagi mereka yang kebetulan mempunyai waktu senggang.

Maka Viva WordPress.

2. Antara Junior dan Senior

Kebudayaan orang Indonesia tidak jauh beda dengan yang mereka terapkan di dunia maya. Saling hormat adalah salah satu kunci lain dalam keramaian Blogosphere. Khususnya, bagi yang berpangkat lebih tinggi dan sudah menjadi suhu dalam dunia tulis-menulis. Tak peduli kualitas tulisan yang dimaksud, yang pasti, ketika seorang penulis sudah mendapati dirinya banyak traffic, kalau untung banyak komentarnya, maka ada kemungkinan dia adalah titisan dewa yang diutus untuk menjadi Raja Blog dalam cabang trafficisme.

Otomatis Blogger yang “belum sederajat” akan segera berkiblat kearah Raja. Dimana penghormatan tertinggi akan dipersembahkan berupa traffic. Dimana sanjungan tersuci akan disalurkan melalui komentar. Begitulah sebuah keberagaman.

Maka Viva WordPress.

3. Legenda Banjir Komentar

Kebanyakan orang di benua macam WordPress mengakui bahwa mereka sering melihat blog yang ditinggali oleh komentar – komentar nan bejibun. Kadangkala sampai digit ketiga. Dan itu bukan kali pertama ataupun kedua. Keterikatan sosial sekali lagi menyebabkan dinamika dunia blog yang amat kentara. Dimana Blogger dan Blogger akan berbalas pendapat, dimana pendapat dan pendapat akan menjadikan silang komentar. Tentunya perang mulut pun turut menghiasi.

Debat Kusir yang menghabiskan bepuluh – puluh kilobyte menjadikan suasana panas yang dapat menambah ilmu dan pengalaman dalam acara membela diri. Karena setiap sanggahan dibalas dengan hipotesa yang berjubel dan mumpuni, sebagian blogger yang umumnya masih baru dapat menjadi dewasa secara cepat.

Maka tak perlu dibantah apabila WordPress, khususnya WordPress Indonesia, mempunyai warna yang berbeda – beda dan, sekali lagi, menjadi keberagaman yang menghiasi.

Maka Viva WordPress.

4. Kaya akan Tulisan dan Informasi

Ya, benua WordPress penuh dan sarat akan informasi, baik itu informasi yang halal dikonsumsi untuk semua umur, maupun yang sebaiknya dilihat oleh pria yang sudah pernah masturbasi. Variasi dapat dilihat, tidak selamanya monoton, Terima kasih Tuhan, WordPress.com menyediakan layanan BOTD agar semua artikel yang masuk kedalam 100 besar, tak peduli bagus atau tidak, akan berbaur menjadi satu. Dimana sesuatu apapun yang memiliki potensi fisikal akan segera dicantumkan dalam golden list bernama BOTD itu sendiri.

Sungguh bervariasi, sekali, sekali lagi. PCMAV, Lowongan Kerja, Perkara – Perkara Agama, Shouting, SPMB, Achievement, Kritik agamis, Berita, cara mendapatkan hits (Padahal Pramur bilang “Taik kucing dengan hits! :)) ) dan lainnya yang mungkin tidak akan cukup dibahas hanya dengan sebuah artikel (Karena kehabisan jatah trekbek™ ? ). 

Maka Viva WordPress.

———–

Ya, pokoknya™…

Warna di dalam Benua WordPress bisa sebegitu indahnya, tak pelak menjadi sebuah beban yang berlebihan. Over-dramatic

Tradisi ini juga menjadi warna abu – abu bagi sebagian penafsiran. “Masak blogging hanya untuk cari traffic ? kapan belajar nulisnya !?” umpatan seorang teman masih menghiasi pikiran dan cara saya dalam tertawa. Anehkah ? Mengingat kadar pemahaman sasta Bahasa Indonesia kita sudah semakin kecil, maka tak ada salahnya untuk berpindah dari pakem yang sudah dipasang oleh mayoritas. Jadilah trendsetter dalam dunia jurnalisme maya ini.

Daripada terus – terusan di kandang dengan akhir yang sama setiap harinya ?