Sebuah Visi dari Mata Lain

ADDCOMMENT(29)

Kalau di Bandung, memang banyak yang menjadikannya sebagai tempat berakhir pekan, khususnya bagi orang Jakarta yang sekarang sudah punya Cipularang. Ya, reputasi Jakarta kian hari kian buruk, entah karena tulisan media massa yang membuatnya begitu, atau karena opini orang. Dalam opini pribadi, tidak semuanya orang Jakarta, karena ternyata Bandung pun memang kurang tersusun.

Kadangkala pula, orang yang berada di dalam tingkatan ekonomi rendah tidak menjadikannya bodoh dimata para borjuis.

Karena saya sudah mempunyai visi untuk membuat suatu bukti.

Karena mata yang lain dari bagian dunia ini sudah mengabadikan semuanya. Mata beraksi dengan gaya 2.0 megapiksel.

Karena hobi saya untuk mengabadikan momen – momen yang amat Indonesiana yang mulai keluar dan terlaksana.

Baca ! Baca ! Baca !

Tukang Beca lagi Baca

*Courtesy goes to Batagor.net

Tukang Beca saja sudah pegang Media Indonesia. Saya belum pernah lihat anak – anak muda yang bertengger di pinggir jalan membawa Kompas atau Pikiran Rakyat. Bukan berarti saya menyarankan membaca dengan isu penyuapan pers dan sebagainya. Baca ! Baca ! Baca ! Kualitas Warga Negara kita itu terletak dari kesukaannya membaca, disamping meniru orang – orang Nihon dalam banting tulang.

Orang – orang sekarang susah baca satu lembar artikel yang berbaris – baris. Saya lihat dalam perpustakaan, orang menyentuh koran untuk melihat jadwal acara Bioskop. Tahunya kalau pegang majalah Remaja, itu yang betulan untuk dibaca.

Blog akhir – akhir ini digandrungi seluruh netters yang mulai berpaling dari Friendster. Harap – harap saja bisa bertemu dengan hobi sekelas membaca, karena konon artikel dari blog itu sarat akan huruf. Sarat akan ilmu dan pengetahuan baru, sehingga tidak sedikit orang akan suka dengan fasilitas macam itu.

 

Silakan Merokok, Tanpa Puntung di Tanah

Rokok memang tak ada kata mati, malah akhir – akhir ini sering menjadi harga mati. Disamping kebiasaan membuang tissue jauh dari etika kebersihan, biasanya banyak orang suka buang puntung rokok ke tanah hanya gara – gara dalam radius 6 meter tidak ada tempat sampah. Lebih daripada itu, banyak orang suka menyiksa perokok pasif sampai sekitar lingkungan penuh dengan bau asap. Kalau bisa, jangan tambahi suasana jelek orang lain yang tidak merokok dengan asap anda. Dosa.

Ngomong – ngomong, Indonesia masih bisa bertahan dari dilema Korupsi dan kejahatan karena rokok itu sudah jadi dewa dalam perekonomian Indonesia. Semacam pemilik usaha rokok saja sudah ada yang pernah masuk 10 besar dalam orang terkaya di Indonesia.

Tapi kalau efek negatifnya yang bersifat komersil, nanti bisa kena kritik dari yang anti dengan Efek Rumah Kaca. Waktu saya dengar ada sebuah Band yang mematenkan diri dengan nama itu, saya tidak menunjuk mereka, tapi yang saya maksudkan tentunya efek yang nantinya akan membuat dunia beku dingin lagi.

 

Jalan yang Dipakai Bersama

Jalan itu sama- sama, tho...

Dipotret dari Jembatan Penyebrangan. Boleh ada yang tidak percaya, namun salah satu buktinya adalah kolaborasi dengan saksi yaitu Aki Herry, lebih daripada itu adalah pengemis yang suka mangkal di sekitar sana.

Silakan dipikirkan sendiri, lebih memilih menuntut artikel ini karena menjadikan aib atau menyadari kesalahan sendiri ? Ingat bahwa tidak sedikit yang mengingatkan kita bahwa jaywalking itu berbahaya. Mulai dari Pemerintah sampai kepada iklan buatan pihak yang sama. Susah amat menyebrang dengan benar. ;))

Kalau mau dikasih fakta mengerikan, bahkan ada yang berniat menyebrang dengan gaya yang sama, berakhir dengan mati tergilas truk beroda empat. Tentunya ada yang berhamburan keluar. Berita ini pastinya akan terkena sensor pers tapi, saya sudah melihatnya dan ini bukanlah pepesan kosong. Menakutkan.

Masih berani ?

 

Perjuangan Pedagang Kaki Lima

Usaha ya usaha, tapi..

Walah, ini yang paling bergaya. Berkelas. Trendsetter. Lagi, tidak dilarang saat itu, oleh aparat berwenang. Tindakan dan cara para pedagang kaki lima sungguh menginspirasi dan menguntungkan kedua belah pihak. Beberapa hari lalu saja saya melihat roda tiga yang berlalu di jalan terlarang.

FYI, saya nggak pernah tahu kalau ada izin yang terlampau resmi untuk berjualan di jalan itu, karena notabene, selalu penuh dengan kuda besi selama 24 jam non-stop. Sumpah, saya nggak tahu. Kalau masalah uang dan pungli, saya tidak mau ikut - ikutan. Mungkin saya tahu, tetapi kalau saya teriak - teriak seperti itu didepan para aparat itu, bisa - bisa saya digondol ke jeruji besi.

Saya tidak sampai hati bilang kalau hukum terinjak – injak. Tapi memang sulit menerimanya.

———————

Demikianlah, saya hanyalah seorang manusia yang tengah berbelit suka dengan sebuah kamera. Mohon dimaklumi kenakalannya.

  • Digg It
  • add to Del.icio.us
  • Stumble it !
  • Furl
  • Stumble it !
  • Fave with Technorati

29COMMENTS

  1. Membuang puntung rokok. Itu hal yang membahayakan jika dilakukan sembarangan. Jika ada keranjang sampah biasa (bukan yang khusus rokok), pastikan rokok benar-benar padam. Atau…ah…si jago merah itu menggila!

    Effendi’s last blog post..Ancaman People Power Ketiga di Filipina

  2. :-”

  3. Tempat membuang puntung rokok ada khusus. Namanya Asbak. Kalau bisa jangan membuang selain di situ. :-?

  4. indon…indon… (:| ngga bakal slese kalo mikirin indon

    dinda’s last blog post..Oooh, My Resleting!!

  5. barangkali memang itu salah satu potret, dari begitu banyak potret yang lain…
    masih banyak yang bisa dinikmati di Indonesia,
    entah kalo Indon… >> kenapa tidak lengkap ya nulisnya? 8->

    Goop’s last blog post..Nonton

  6. Kata orang,
    Orang Indonesia suka yang nyerempet nyerempet Bahaya..
    ( beda tipis dengan masalah karakter dan disiplin )

    Iman’s last blog post..Bahasa yang tersirat

  7. Kalau seperti yang tertulis di buku pelajaran Agama saya, salah satu penyebab kemunduran umat kan karena malas membaca. :D

    Btw menyoal pedagang kaki lima, saya pernah lihat suatu sektor di Jakarta (lupa dimana) yang mana mengumpulkan para pedagang kaki lima dalam satu areal sehingga bisa tersusun kayak semacam food court bergaya luar negeri (bingung saya jelasinnya). Kelihatannya bagus dan rapi, dan ajaibnya tidak ada sampah berserakan. :D
    Xaliber von Reginhild’s last blog post..A Price for Objectivity?

  8. Tempat membuang puntung rokok ada khusus. Namanya Asbak. Kalau bisa jangan membuang selain di situ. :-?

    salah… kalo temapat sampah buat rokok harus asbak… saiyah lebih milih buang puntung rokok dijalan karena selama saiyah hidup saiyah nggak pernah nemu ada asbak dipinggir jalan…

    tempat sampah khusus puntung rokok itu yang dari logam itu… kalopun nggak ada… bener kata gun… pastikan benar-benat padam baru dibuang ke tempat sampah umum… harap diralat kata-kata anda daripada membuat rancu…

    celo’s last blog post... B . I . R . T . H . (memangnya kenapa kalo cewek dandan ala rocker dan ngikut adultfriendfinder ?)

  9. @ celo: Oiya ya, asbak ndak mungkin ada di pinggir jalan. :))
    Effendi’s last blog post..Ancaman People Power Ketiga di Filipina

  10. ^ tephat… masa iya semua perokok harus nenteng-nenteng asbak kemanapun dia pergi… lagian asbak itu sama sekali nggak memadai untuk disebut sebagai tempat sampah karena terhembus angin debunya udah kemana-mana… kecuali asbak yang ada tutupnya ataupun asbak yang portabel…

    yakin kamu orang-orang bakal beli asbak yang seperti itu dan dibawa kemana-mana…???

    beuh… mending buang di tengah jalan aja degh… toh tiap pagi juga disapu ama petugas kebersihan…

    celo’s last blog post... B . I . R . T . H . (memangnya kenapa kalo cewek dandan ala rocker dan ngikut adultfriendfinder ?)

  11. Membaca itu sebagian dari iman ndak?

    *upz, bukan mas iman brotoseno lho.. :P
    Nazieb’s last blog post..Menuhankan Diri, Mendirikan Tuhan(?)

  12. @ dinda

    Weleh, orang Malaysia ? ;)

    @ Goop

    Selama ini kita tinggal di mana, tho ? :))

    @ Iman

    Benar. Sepertinya itu sarat dengan pemacu adrenalin. :-?

    @ Xaliber von Reginhild

    Lho, katanya karena krisis moneter… :))

    Wah, berarti PKL yang sudah sadar lingkungan. :-?

    @ celo

    Saya lupa menambahkan, kalau begitu., ^:)^

    Tapi kayaknya gampang amat, ya ? Buang di jalan ? Kalau saya mungkin dicoba simpan dulu di saku. Daripada memberatkan tugas petugas kebersihan. Mereka juga manusia, tho ? ;))

    @ Effendi

    Idem sama komentar saya diatas.

    @ Nazieb

    :-??

  13. Apakah perlu ada yang membuat asbak portabel untuk para perokok itu? ;))
    Cynanthia’s last blog post..Kau…. Orang Berpendidikan, ‘Kan?

  14. Tentunya tidak semua,
    Tapi prihatin sekali jika ada yang masih merokok tak kenal tempat,
    juga buang puntung masa bodoh, mo masih nyala ato dah mati,
    Juga kadang dah ada asbak, karena dipikir toh ada yg bersihkan nanti, buang aja kelantai,
    Kalo cuma sesederhana ini aja ngga bisa, gimana yang susahan dikit ya?

    Aki Herry’s last blog post..Bebersih Bandung Yuk! Jilid 2 (Taman Hutan Raya) - Updated

  15. Apakah perlu ada yang membuat asbak portabel untuk para perokok itu?

    sudah ada… saiyah dikamar punya satu… cuman apa ya mau orang Indonesia diruh beli masing-masing satu terus dibawa kemana pun dia pergi…??? imo, lebih pada milih buang ke bawah degh…

    sedangkan kali ditaru di saku…??? gimana ya…??? bungkus permen sih memungkinkan ditaru saku sementara… tapi kalo puntung rokok…??? nggak degh makasih…. abunya itu lho… bisa same naik haji…

    *concern membela perokok walaupun udah lama berhenti ngerokok*

    Andrew Anandhika Wijaya’s last blog post..December Boys (tujuan hidup yang menakutkan)

  16. Lha, kalau membela kaum perokok jangan sampai menyusahkan kaum non-perokok, dong.

    Inisiatif sendiri, harusnya itu bukan jadi masalah kita yang tidak menghisap tembakau. :-|

  17. peraturan itu ada buat dilanggar bukan? itu yang saya sering dengar.. 8-|

    makanya nggak heran kalau ada yang berbuat seperti itu.. >:)

    cK’s last blog post..Soal Satir dan Kopdar

  18. Yang jembatan penyeberangan itu mungkin begini kisahnya…
    Dulu waktu belum ada jembatan penyeberangan, orang-orang menyeberang sembarangan di jalan. Waktu itu, kuda besi juga belum sebanyak sekarang, jadi masih relatif aman untuk menyeberang. Lama-lama jadi kebiasaan…

    Begitu jembatan penyeberangan dibangun, orang-orang sudah terlanjur terbiasa menyeberang sembarangan. Anggapan jalanan masih relatif aman pun masih dipelihara, ya, seperti sekaranglah jadinya..

    ardianto yang banyak utang’s last blog post..FreeBSD? Apaan?

  19. do do doh…yang punya kamera…. 8->
    jangan jangan foto tukang becak itu yang dibicarain sama aki waktu itu be.
    Jadi aki adalah fotografe, dan debe juga? :-?

    tepat benar. itu sering terjadi ya di kita. Tapi kalau saya agak takut kalau nyebrang nekat kayak gitu, mending cari zebra cross atau jembatan penyebrangan. apalagi di jalan satu arah, lebih kenceng kendaraannya.

    duh, ada perempuan merokok.. :(

  20. @Mihael Ellinsworth:
    Kayaknya dikoordinir sama polisi setempatnya juga. :D Entahlah.. saya kurang tahu. :P

    Tapi semakin banyak yang begitu semakin baik.

    Xaliber von Reginhild’s last blog post..A Price for Objectivity?

  21. Weleh, orang Malaysia ? ;)

    pura-puranya gituh. b-)
    dinda’s last blog post..Maaf, Saya Tidak Mengenal Anda

  22. Eia.. saya lagi ngebet nyari albummnya Efek Rumah Kaca nih yang konon katanya lagu-lagu yang dijajakan itu tidak seperti biasanya. Ajip-ajip gitu.. Sebab saya pernah baca reviewnya, tapi males euy nyambangin ke toko cdnya..

    ada yang mo beliin? :->

    *sorry for OOTness*

  23. Puntung rokok yang beratnya cuma beberapa miligram kok susah banget dibuang sama tempatnya ya?

    *tanya kenapa*

    8->

  24. @ semua yang debatin puntung rokok dan tempat ngebuangnya:

    Kalian ini, self-defense… [-(
    Solusinya kan udah jelas di komenku yang pertama. Buang rokok di tempatnya (yang dari logam itu) atau tempat sampah biasa tapi harus yakin udah padam.

    Satu hal, asbak itu bukan tempat pembuangan rokok. Karena nantinya dari asbak akan lari ke tempat sampah.

    CASE CLOSED

    Effendi’s last blog post..Effendi

  25. waah suka motoMoto ya mas
    Ya ya membaca itu penting tapi kalo koran aku juga jarang baca tuh he he

    sarah’s last blog post..Wanita dan Cintanya

  26. *kepergok baca koran* :P

    merokok… ck ck ck… global warming! [-x

    sama seperti xali, dulu jg pernah liat XD kalo disini mah… dilarang total -__-”

    Foto2 itu ga dosa kok, sensei :)>-

    Me-u’s last blog post..Ke Padang Pasir

  27. Bagiku Bandung menjadi kota ketiga setelah kota kelahiranku, yang sering dikunjungi, karena sejak awal kuliah di kota Hujan, setiap libur sering ke Bandung. Mendapat suami yang kerja di Bandung, juga membuatku sering ke Bandung, menengok suami..dan sekarang menengok anak, karena dia kuliah di Bandung.

    Saya lebih suka Bandung tahun 80 an, tenang dan asri…jalanan juga bersih. Sebetulnya nggak masalah sih rame, tapi kok rasanya Bandung makin kotor ya? :P
    edratna’s last blog post..Pernahkan merasa kawatir disaingi junior?

  28. good shot (dalam artian meaningful, contentnya.. bukan kualitas gambarnya hihihi ~:> ), jalan kaki keliling bandung sambil capturing perilaku orang dan alam sekitar asik juga tuh, dulu kadang2 suka iseng jalan2 gitu, sayang sekarang dah ga ada waktu.. dan sayang dulu lom punya kamera

    Diki - Blog Post : Chickenstrip 86: HTTPD Gone Wild

  29. ya begitulah endonesa… (:|
    syamsu - Blog Post : Harga sebuah popularitas

POSTACOMMENT

COMMENTGUIDELINES
Your email is never published nor shared.
Bear in mind also that every Pertamax words and its co-relation will be moderated by me.
No SPAM and always on-topic.
Required fields are marked *
You can use XHTML Tags here : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> , besides that won't work.

*
*
* fraternite
:> :P (:| b-) :(( :* :-h :-| 8-> :d/ :- more »
Alphafile - WordPress Theme - Theme Properties belongs to Chaosregion[dot]net.
Other Materials or Right at theirs respective owners. All Rights reserved. Best Viewed : Opera or Mozilla Firefox on 1280x1024 pixels.