Blog Commenting

ADDCOMMENT(42)

Pst...Pst...Blog Commenting atau Berkomentar di Blog seseorang mungkin akan menjadi kegiatan yang krusial apabila anda ingin menjalin koneksi dengan blog lainnya, khususnya apabila anda ingin dikenal, dan mencegah dari musnahnya eksistensi anda. Namun, banyak sekali contoh dari berkomentar yang tidak mengenal etika, dan banyak pula komentar yang sebenarnya hanya menjadi filler dan tidak diperhatikan oleh sang pemilik. Tentunya anda tidak mau hal tersebut terjadi. Tapi, bagaimana caranya ?

Tujuan Berkomentar

Adapun tujuan berkomentar bukanlah hanya sekedar menanggapi artikel semata. Pastinya ada keinginan untuk dikunjungi balik oleh sang pemilik (Atau komentator yang kebetulan melihat komentar anda). Jelas apabila fasilitas blog akan memungkinkan hal itu, kunci dari keunggulan blog adalah adanya interaksi satu sama lain dengan berbagai pihak (Seperti apa yang pernah dikatakan oleh seorang Joko Susilo, bahwa “keunggulan blog salah satunya adalah kuatnya interaksi dengan pengunjung“). Adapun alasan selain mencari pengunjung adalah untuk :

  1. memberi pertanyaan seputar artikel tersebut,
  2. menyanggah isi artikel,
  3. sekedar flirting kepada pemilik blog (amat berlaku apabila antara lawan jenis. Ya, percayalah, bahkan teman saya pun sudah sering melakukan itu. :)) )
  4. ada juga yang melakukannya karena dia membenci pemilik blog tersebut. Semisal dendam pribadi atau apalah.

Etika Berkomentar

Dunia blog cukup dinamis untuk menjalin interaksi. Ya, karena mendulang rupiah dari sana saja sudah bisa dilakukan. Dan, kita akan membahas etika yang berlaku. Dalam berkomentar, tentu saja ada tata caranya.

Sekarang bagaimana untuk memperbanyak persentasi komentar yang masuk ke blog anda ? Sebelumnya, anda bisa memilih, antara menjadi blog yang dibenci atau blog yang memiliki komentar yang disukai. Dibenci disini biasanya menuai banyak  kritik dan sanggahan, tak jarang diantaranya adalah kata - kata pisuhan lokal yang tak jarang membuat hati ketar - ketir. Membuat Blog seperti itu mudah, cukup membuat artikel kontroversial dengan intonasi mendesak (Seperti kasus Film Fitna yang dibuat oleh maniak agama dari Belanda itu). tetapi tidak sebanding dengan makian yang harus anda terima. Beda halnya apabila anda hendak membuat blog yang disukai orang.

Membuat Blog yang disukai orang sama sulitnya dengan membuat komentar yang disukai orang. Keduanya memiliki aturan yang berlaku dan kurang lebih sama, secara teori (Karena pengaplikasiannya jelas akan berbeda). Berkomentar untuk mendapat pengunjung balik, semua membutuhkan aturan tidak tertulis. Diantaranya :

1. Tidak sekedar One-Line Commenting dan mencari perhatian semata

Bukan hanya sekedar “PERTAMAX!” kecuali anda yakin anda akan mengakhirinya tanpa sekedar mematenkan podium. Blog pembuat artikel juga butuh kasih sayang, mereka membutuhkan jawaban yang berkualitas dari tulisan yang sudah dibuat dengan susah payah sebelumnya. Teori yang sama nampaknya tidak akan berlaku apabila artikelnya hanya berkutat seputar kesehariaan dan tidak terkait dengan topik serius.

One-Line Commenting lainnya yang tidak disukai banyak orang adalah komentar repetitif yang “orang lain juga sudah banyak tahu”. Misalnya, saat ribut kasus lagu Rasa Sayange yang dicuri oleh Malaysia, anda hanya sekedar berkomentar “Ganyang Malaysia!“. Dalam hati mungkin ada yang akan berpikir, “komentar apa ini !?” dan anggapan sampah lainnya. jadi, dalam sebagian besar artikel, komentar harus juga berkualitas.

2.  Tidak pula Out.Of.Topic.

Sementara sang pembuat berusaha membahas masalah A, anda malah ngalor - ngidul ke masalah B. Tidak lucu, tentunya, apalagi kalau artikelnya bukan bertujuan untuk melawak. Berusahalah untuk membalasnya dengan kaitan antara artikel dan komentar. Yang saya tahu,  O.O.T. lebih banyak terjadi dalam artikel yang kontroversial, dimana permasalahan yang sedang memanas di permukaan cenderung membuahkan komentar yang sebetulnya tidak dibutuhkan, dan keluar akibat emosi komentator yang meluap - luap. Kalau begini jadinya, lebih baik anda minum segelas air putih setiap kali hendak berkomentar. Lumayan, hitung - hitung membuat jernih pikiran.

3. No SPAM !

Tak kalah dibenci dari dua diatas. Bahkan sampai Akismet pun tidak ragu - ragu untuk menerjang yang satu ini. Seperti halnya seorang Cosa Aranda pernah mengatakan via kolom komentar “Becanda boleh, SPAM jangan.” SPAM adalah tindakan mempromosikan sesuatu, secara terang - terangan lewat berbagai media. Adapun yang saya bahas kali ini adalah lewat media komentar. SPAM itu dilarang, menurut etika tidak tertulis, tentunya. Lagipula, orang - orang tidak akan serta - merta membaca apa yang ada di balik link yang anda buat. Terutama bagi empunya blog.

Apabila hendak mempromosikan blog anda, hendaknya tulis lewat media komentar. Disana ada kolom URL, bukan ? Selalu fokus pada topik apabila ingin membahas sesuatu.

4. Tidak Selalu Harus Cheering

Cheering yang saya maksudkan di sini adalah menyemangati pemilik blog agar selalu menulis. Misalnya ? “Terima kasih, ya. Informasinya sangat menarik” adalah salah satu bentuk Cheering. Tentunya bukan suatu larangan untuk berbuat hal seperti ini. Tetapi, tentunya akan lebih baik apabila perlakuan tersebut diselingi pula oleh tanggapan yang seimbang. :)

Mendapat Komentar

Selalu kesulitan untuk mendapat komentar ? Hal tersebut tidaklah mengherankan mengingat banyak dari kita yang tetap kesulitan untuk menjaring komentator masuk ke blog kita. Kebanyakan dari teman saya beranggapan bahwa pengunjung tetap mereka yang membuat blognya selalu ramai. Ada pula yang mengatakan bahwa blognya selalu penuh oleh wajah - wajah baru yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Bagaimana dengan anda ?

Mendapat komentar itu gampang - gampang - susah. Akan menjadi sebuah kesulitan apabila anda terlalu memprioritaskan sebuah komentar untuk artikel yang anda buat, mengubah tujuan blogging anda semula (Hal ini sama dengan keinginan untuk mendapatkan traffic yang banyak, dan meninggalkan kualitas penulisan artikel menuju titik nol). Untuk pertama kali, biarkanlah artikel datang dan berusahalah santai dalam membuatnya. Anggaplah anda belum membutuhkan komentar saat itu. Setelah semuanya selesai, biasanya saya melakukan ini.

1. Promosikanlah dengan cara yang Halal

Dalam artian bukan dengan SPAM atau segala tetek bengek lainnya (Harus saya akui bahwa saya juga pernah SPAMming via Yahoo! Messenger). Tetapi dengan cara yang lebih cerdas. Misalnya dengan mengganti URL yang anda pakai menuju Homepage dengan URL Artikel terbaru anda. Lalu mulailah berkomentar. Setidaknya cara itu lebih etis, bukan ?

2. Blogwalking

Jalan - jalan ke Blog orang sembari menuntut ilmu, juga bisa diselingi dengan acara berkomentar. Diantaranya adalah dengan menaruh sebuah salam dari kolom komentar sebagai penanda bahwa anda sudah mengunjungi blog mereka. Frekuensi berkomentar saya sudah jauh menurun pasca kegilaan saya dalam mengedit CSS dan XHTML, tetapi saya masih sering Blogwalking.

3. Mudahkanlah RSS

RSS berarti Really Simple Syndicate. Salah satu cara bagi pembaca untuk stay tuned dalam Blog anda. RSS jelas tidak bisa dianggap remeh, karena secara harfiahnya, RSS anda yang di-subscribe oleh orang lain telah menandakan bahwa anda sudah menjaring satu penyimak setia. Maka dari itu, mudahkanlah. Gunakan fasilitas penyedia RSS yang sudah kondang di dunianya, macam FeedBurner.

42COMMENTS

  1. Begitulah. Karena Internet yang sedang memburuk akhir - akhir ini, saya kena cut-down dan tidak bisa menulis komentar.

  2. keduax ! *dihajar* :D
    eMina - Blog Post : Learn to talk Javanese

  3. tapi ada yang sempat berkomentar nih “untung ngoment daripada tidak?”
    hehehe
    tapi kembali lagi sih keorangnya kalo memang mereka ngoment dalam rangka apa :D
    aRuL - Blog Post : Pemulung berteknologi

  4. hee…saya sendiri udah jarang promosi postingan blog ini via YM. biasanya saya promosiin blog saya yang satu lagi dan yang di dagdigdug. :D

    soal komen, saya sendiri kadang nggak komen di blog orang, bukan karena nggak baca, tapi memang lebih baik ga komen dari pada OOT ga ketulungan. tau sendiri khan bakat saya OOT huehehehe… :P

    cuma masih banyak yang berpikiran “komen untuk menjalin silaturahmi”, padahal isi komennya cuma oneliner atau bahkan sangat sangat OOT. saya sendiri kadang kecewa terutama apabila membahas postingan yang mengajak diskusi, tetapi isi komen malah OOT.

    makanya postingan saya saat ini kebanyakan kurang serius. karena kalaupun serius, tidak banyak yang menanggapi keseriusan itu. ujung-ujungnya kebanyakan malah OOT karena malas untuk serius. makanya jangan heran apabila empunya blog mengalami penurunan dalam menulis hal-hal serius, karena sesungguhnya komentator itu mempunyai peranan penting dalam menghidupi blog orang lain. percayalah…

    *curhat colongan*

    cK - Blog Post : Blogger Benteng Punya Gawe

  5. Saya pernah mengalami-menulis komentar yang tidak penting, dalam berbagai apapun bentuknya, nan mungkin hal ini bisa membuat kesal orang tertentu. Dan saya juga mengakui, kadang -meskipun tidak terlalu ngeh atau mengerti dengan artikelnya, tetap menulis komentar meskipun sangat tidak kompeten.

    Adanya aturan -aturan seperti itu, etika berkomentar, bagi saya sih tidak terlalu masalah dengan komentar yang OOT atau spam, asalkan tidak megandung pelecehan terhadap SARA dan kata -kata yang mesum.
    kadang, dengan bercanda -canda kayak gitu, bisa mengakrabkan hubungan pertemanan, tidak slalu kaku. ASalkan, tentu saja, tetap seimbang dan kondisional.

    Maaf, komen saya yang pertama dihapus saja klo gitu. moderasi ya :D
    eMina - Blog Post : Learn to talk Javanese

  6. ya saya berkomentar tergantung angin, gak terlalu di target, kecuali buat point mendendam itu lho =))
    LieZMaya - Blog Post : Band Efek Rumah Kaca

  7. Waw, artikel yang menarik. Patut diterapkan untuk mengurangi yg OOT dan Spam.

    Ngomong2, yang buat artikel juga sudah menerapkan apa yang sudah dia tulis belum nih? :P

  8. entahlah..tapi sampai saat ini gw gak pernah peduli aturan-aturan dan etika-etika seperti itu. piss.. :P

  9. Deb, bagaimana dengan memberikan feedback? perlukah atau tidak?
    hohoho, ternyata kalau di formulasikan gini, hehe keren juga yakz…
    nah saya cuma musuhan sama penjual bensin saja sepertinya 8->
    -sudah-

  10. Harus saya akui bahwa saya juga pernah SPAMming via Yahoo! Messenger

    saya dapet link ini lewat pesan ym :-

    skarang sih udah ga pernah nyepam lagi
    lebih enak taro di status ym dng link blog utama
    secara tulisannya ga pake dipotong, jadi bisa liat langsung

    tapi kalo aturannya baku seperti itu
    ngeblog jadi mangkin merepotkan :))
    edy - Blog Post : Undangan Dialog Terbuka Untuk Sdr. Roy Suryo

  11. tenang. bentar lagi saya tobat koq… maklum, namanya juga newbie.. (:|
    DensS cessario - Blog Post : 31 Maret 2008

  12. saya komentar karena saya merasa ada yang perlu dikomentari, jadi malah lebih banyak jadi silent reader. kecuali dengan teman-eman yang sudah saya anggap dekat dan tidak akan tersinggung kalau saya OOT.
    *niat bikin tulisan sejenis ini*

    itikkecil - Blog Post : Gebetan

  13. ngasih komentar hany untuk agar blognya di kenal, mungkin kebanyakan orang2 berpikir seperti itu

    *termasuk saya

    chatoer - Blog Post : 3 Hari Di Jakarta : Nyamuk, Kopaja dan Dirinya

  14. Setujuuuu… terutama mengenai RSS itu. Andai semua blog seperti ini, RSSnya di stell full feed.

    Semoga selamanya full feed, walaupun sudah banyak iklan menempel, tapi tetap memberikan rss tanpa mutilasi. Amiiin ;)

    guhpraset - Blog Post : Ayo Bantu Menkominfo Perangi Porno

  15. #3, komen untuk menjalin silaturahm….entahlah sy masih setuju dgn orang menkomen sekalipun OOT daripada tidak sama sekai…Mungkin bagi mereka yg trafiknya tinggi pasti banyaknya komentar membuat malas, ekspektasinya uegitulahdah berubah : ingin komentar berkualitas. Namun bagi blog yg dikunjungi orang aja udah sujud syukur, komentar OOT pun terbaca keren…begitulah

    “Apa perlu dibikin dibagian form komentar ? bahwa posting ini berkategori ‘tida boleh OOT’ atau posting ini ’silahkan OOT’ ”

    lagipula tiap hari blogger baru bertambah. dan kadang memperlakukan blog orang lain seperti friendster. smile sana smile sini hehehe gw banget

  16. Wah, saya merasa tersindir karena sering sekali komen OOT.. Kadang saya memang bingung untuk memberi komentar yang pas untuk isi postingan, sebab mungkin saja semua pertanyaan yang ada di benak saya sudah ditanyakan oleh commenter sebelumnya. Atau memang saya tidak paham betul isi dari postingan ituh..

    Tapi saya juga sungkan jika saja saya tidak memberi komentar sebagai bentuk apresiasi saya terhadap postingan yang sudah saya baca. Setidaknya sebagai penanda bahwa saya sudah “membaca”.

    Akhirnya saya pun memberi komentar yang sebenarnya saya maksudkan untuk melucu, entah jadinya lucu apa tidak.

    Tapi sayangnya saya tidak menyadari tentang perasaan si penulis yang “tidak bertujuan melawak”.

    Ah, saya memang bodoh.. Mohon maafkanlah saya ^:)^
    Nazieb - Blog Post : Entah Judulnya Apa, Ceritanya Banyak sih, Ndak Cuma Satu. Maunya sih “Untitled” gitu, Tapi Dulu Saya sudah Pernah Pake.. Ya sudah, Gitu Sahaja Judulnya.. Jadi Judul Terpanjangkah? Entahlah.. Kalau Iya Kasih Tau Saya yah.. Terima Kasih…

  17. mau komentar positif atau negatif, memang butuh manajemen jiwa untuk menanggapinya. walau hanya dunia maya, kadang-kdang kuping merah juga melihat komentar-komentar nyeleneh :>

    Bill - Blog Post : Upgrade your wordpress to the latest version 2.5

  18. Salah satu cara membuat posting banyak dikomentari mungkin adalah dengan posting pendek dan simple, sehingga orang bergairah untuk komen.

    setuju dengan Mas Guh, mari budayakan RSS yang tidak buntung. Kasihanilah fakir benwit.

    Blogwalking? Ini yang agak susah. Buka blog baru Debe aja kadang harus sampai berlumut

    Fortynine - Blog Post : Prejudice

  19. komen sekali lagi ah.. *doyan*

    mengenai “komen untuk menjalin silaturahmi”, saya pun setuju. namun kalau tidak komen dianggap tidak mau menjalin silaturahmi itu yang saya kurang setuju. tidak komen bukan berarti tidak baca lho. :|

    saya sendiri bisa dibilang sebagai silent reader di beberapa blog terutama blog-blog yang bertopik. :D

    btw, soal spam via YM, hati-hati aja. beberapa orang yang saya kenal mulai memblacklist YM para spammer. kalau bukan karena teman akrab, saya juga bisa kena. makanya saya ansab.. :D
    cK - Blog Post : Blogger Benteng Punya Gawe

  20. ah, sampai sekarang saya masih belom menganut aturan tertulis komenting itu B-)

    ehehe…

    ya… make etika pergaulan aja sih…. *entah maksutnya apa*

    dan menurut saya, pertamaxtamax itu menyegarkan! B-)

    Bosnya Pertamax - Blog Post : Mendaki Gunung Pertamax

  21. Posting bagus, makasih banyak buat pencerahannya bos!

    hariadhi - Blog Post : Bagaimana Kalau…

  22. Utamanya barangkali silaturakhmi.
    Komen atau tidak, oot ataupun tidak, tentunya masing2 punya alasan. okeh okeh aja koq.
    Yang penting sama2 saling menghargai,
    Nah sekarang mo OOT nih,
    Mba’ Mem dan Mba’ Adek aya di Bdg. Yuk jadi tuan- rumah yg baiknya,

    Aki Herry - Blog Post : Pengen Belanja Gadget, Tapi Jalan Macet?, Cobain Sambil Ngenet,

  23. @ aRuL, eMina

    Kembali, kita harus melihat situasinya terlebih dulu. Saya sudah kelompokkan dengan berbeda - beda dengan komentar di blog teman. :D

    @ cK

    Hehehe…harusnya membangun impresi/imagenya dari sekarang, jangan ditunda - tunda…. :))

    @ LieZMaya

    :))

    @ btyop

    Hanya Tuhan yang Tahu. Hanya saya sudah mengusahakan. :D

    @ tukangkopi

    Nurut, dong. :))

    @ Goop

    Ya, harusnya masuk kedalam salah satu metoda. Nanti saya tambahkan. :D

    @ edy

    Saya SPAM hanya kepada teman terdekat, lho. Nggak SendAll. ;))

  24. @ DensS cessario

    Tobat, tobat… :-?

    @ itikkecil

    Kalau ke orang yang dekat, saya tidak sekaku itu, lha.. :))

    @ chatoer

    OK. Saya mengerti. :))

    @ Guhpraset

    Saya masih belum tahu Feed saya disetel Full sama Feedburner apa tidak.. :-?

    @ uwiuw

    Saya kira artikel diatas bersifat kondisional, kita tidak mungkin berkomentar terlalu formal kepada blog teman sejawat atau sejenisnya. Asal tidak kebabalasan dengan O.O.T. yang blingsatan. Adapun di Blog orang Besar atau yang punya tingkatan tersendiri itu, kita boleh berkomentar dengan bahasa yang berat.

    @ Nazieb

    Makanya, usaha. :))

    @ Bill

    Lebih pas apabila mata merah dan hati memarah. Yang begitu sendiri harus diatur rapat - rapat.

    @ Fortynine

    Tabah, ya. Saya sedang membuat theme yang minimalis. :))

    @ cK

    Ingat, saya metode SPAM-nya nggak SendAll… ;))

    @ Bosnya Pertamax

    Asal jangan kebangetan.. :))

    @ hariadhi

    Terima kasih. :D

    @ Aki Herry

    Saya mau tanya, kumpulnya sore apa malam ? :))

  25. SMS ane tentang komeng™ itu bagaimana ini? Kok malah dibahes pangjang lebar disini?
    *oot duluw*

    Sejujurnya aku lebih suka ngomeng™ daripada ngeblog.

    Tanya kenapa.. :-”

    :-?
    BLOGIEwalking - Blog Post : Prasangka?

  26. hemmm….

    Etika ber-blogging ria?
    Should it be one of the law?
    Mungkin bisa jadi bahan lanjutan dari cyber law of blogging…

  27. *on topic mode On*

    Setuju dengan komengnya aki…

    Keutamaan berkomentar adalah mempererat silaturahmi dan yang penting artikelnya sudah dibaca, jadi kesusah-payahan dalam membuat artikel itu tidak akan terasa sia-sia. Meski OOT, yang paling penting ialah reader sudah berniat untuk berinteraksi/bersilaturahmi dengan empunya blog.

    Maka, bersyukurlah kau, jak… :D
    BLOGIEwalking - Blog Post : Prasangka?

  28. doh, saya pun akhir-akhir ini jarang blogwalking, dan ninggalin komeng di blog orang nih.. 8->
    gak tau kenapa..

    qzink666 - Blog Post : Kosong Sama Kosong

  29. Saya jarang blogwalking dan kunjungan balik belakangan ini… terlalu terlarut dalam blog dan kehidupan sendiri. :|

    Cara lain mendapatkan komentar, berkunjung ke blog hosting sendiri yang punya widget CommentLuv. :P

    *ditendang*

    Xaliber von Reginhild - Blog Post : Teknik-teknik Jitu Menyontek

  30. noki bikin blog mah pengin saling berbagi, klau ada yg komen yg baguslah. :>

    noki - Blog Post : Noki

  31. Saya SPAM hanya kepada teman terdekat, lho. Nggak SendAll. ;))

    Tapi kudu tahu etika. Misalnya objek lagi sibuk dan invis, kena spam dan konsennya buyar? Ada kejadian begitu.

    Lagipula udah ditekankan masalah Feed Reader kan? Jadi nggak usahlah spam walau ke yang udah kenal. Wong ntar muncul sendiri di Feed Reader…

    Barusan chat sama Geddoe. Ada yang unik. Dengan trepik yang hampir sama, ada penurunan jumlah komen dari rozenesia ke gunawanrudy. Jika rozenesia mampu sekitar 100-an, gunawanrudy mungkin mentoknya cuma 50-an. Padahal trepiknya sama. Seperti benar bahwa pengguna Wordpress itu sombong™. *ngakak dari neraka*

    Haruhi - Blog Post : Confucius’s Agnosticism

  32. jangan lupa juga untuk melakukan setting otomatis di profile terlebih di dashboard wordpress.com. banyak yg ke shoot sama akismet krn memasukkan link tambahan.

    benbego - Blog Post : Ebook Detik2 Yg Menentukan By BJ Habibie

  33. mantap postingannya..
    bisa nambah ilmu
    soalnya biasanya diriku cuma bisa nyampah..
    tergantung mood juga sih..
    klo lagi bete jadi fastreader makanya suka ga enak kalo asal komen..
    btw infonya berharga banget buat diriku
    makasih banyak..

    hanggadamai - Blog Post : The Comebacknya hanggadamai

  34. jadi malu,, :> saiia kalo komentar si tergantung mood,, kadang kalo lagi mood diskusi ya ikutan,, kalo ga ngerti apa yang diomongin ya OOT,, hehehehe b-) maap ya!!!

    ratutebu - Blog Post : Coffee in Every Single Day of My Life..

  35. prinsip sya cuma satu: kalo ndak mau blognya disampahi komentar, ndak usah komentar nyampah di blog orang..

    :D

  36. 1. memberi pertanyaan seputar artikel tersebut,
    2. menyanggah isi artikel,
    3. sekedar flirting kepada pemilik blog (amat berlaku apabila antara lawan jenis. Ya, percayalah, bahkan teman saya pun sudah sering melakukan itu. )
    4. ada juga yang melakukannya karena dia membenci pemilik blog tersebut. Semisal dendam pribadi atau apalah.

    ketahuilah, terlewat 1…

    5. ISENG

  37. :>
    Postingan yang membangun. Emang perlu ada semacam moral consciousness buat kalangan blogger yah. Mungkin karena emang masih baru jadi blom ada konvensi yang pakem tentang etika berblogging ria plus commenting. Gue rasa ini langkah maju menuju ke sana. Keep it up for a better blogging!
    Salam kenal!
    (udah termasuk kategori good commenting gak? *pletakk*)

  38. ooooh, saya kira spam itu virus, taunya iklan (terlalu jujur ngga sih?) :P
    trus juga saya jadi tau rss itu untuk mendapatkan penyimak setia.
    hebat banget bisa menganalisa cara-cara orang berkomentar.
    makasih banget yah :>

    dinda - Blog Post : Missglasses Jadi Model Brosur

  39. sebagai tambahan silahkan lihat 10 Aturan memberikan komentar pada blog

  40. dan harus berbesar hati kalo gak disambangi balik setelah ngoment.
    *eh itu bukan kode etik ya :)

  41. ya komentar itu ibarat kita kalo berkunjung ke rumah temen, bincang2 terlebih dahulu, ngopi2 terlebih dahulu, becanda2 teerlebih dahulu ….. jangan hanya sekedar “hi” ketuk pintu lalu pulang :D

  42. dari 4 point tujuan di atas..saya termasup yang mana ya? menyanggah? gak juga.. yang pasti bukan flirting donk..saya ndak suka daunmuda *chie goreng asam manis ala DB*

    chieliciouss last blog post..Nocturnal rooster ^^;

POSTACOMMENT

COMMENTGUIDELINES
Your email is never published nor shared.
Bear in mind also that every Pertamax words and its co-relation will be moderated by me.
No SPAM and always on-topic.
Required fields are marked *
You can use XHTML Tags here : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> , besides that won't work.

*
*
* imminent
:> :P (:| b-) :(( :* :-h :-| 8-> :d/ :- more »
Alphafile - WordPress Theme - Theme Properties belongs to Chaosregion[dot]net.
Other Materials or Right at theirs respective owners. All Rights reserved. Best Viewed : Opera or Mozilla Firefox on 1280x1024 pixels.