Pst...Pst...Blog Commenting atau Berkomentar di Blog seseorang mungkin akan menjadi kegiatan yang krusial apabila anda ingin menjalin koneksi dengan blog lainnya, khususnya apabila anda ingin dikenal, dan mencegah dari musnahnya eksistensi anda. Namun, banyak sekali contoh dari berkomentar yang tidak mengenal etika, dan banyak pula komentar yang sebenarnya hanya menjadi filler dan tidak diperhatikan oleh sang pemilik. Tentunya anda tidak mau hal tersebut terjadi. Tapi, bagaimana caranya ?

Tujuan Berkomentar

Adapun tujuan berkomentar bukanlah hanya sekedar menanggapi artikel semata. Pastinya ada keinginan untuk dikunjungi balik oleh sang pemilik (Atau komentator yang kebetulan melihat komentar anda). Jelas apabila fasilitas blog akan memungkinkan hal itu, kunci dari keunggulan blog adalah adanya interaksi satu sama lain dengan berbagai pihak (Seperti apa yang pernah dikatakan oleh seorang Joko Susilo, bahwa “keunggulan blog salah satunya adalah kuatnya interaksi dengan pengunjung“). Adapun alasan selain mencari pengunjung adalah untuk :

  1. memberi pertanyaan seputar artikel tersebut,
  2. menyanggah isi artikel,
  3. sekedar flirting kepada pemilik blog (amat berlaku apabila antara lawan jenis. Ya, percayalah, bahkan teman saya pun sudah sering melakukan itu. :)) )
  4. ada juga yang melakukannya karena dia membenci pemilik blog tersebut. Semisal dendam pribadi atau apalah.

Etika Berkomentar

Dunia blog cukup dinamis untuk menjalin interaksi. Ya, karena mendulang rupiah dari sana saja sudah bisa dilakukan. Dan, kita akan membahas etika yang berlaku. Dalam berkomentar, tentu saja ada tata caranya.

Sekarang bagaimana untuk memperbanyak persentasi komentar yang masuk ke blog anda ? Sebelumnya, anda bisa memilih, antara menjadi blog yang dibenci atau blog yang memiliki komentar yang disukai. Dibenci disini biasanya menuai banyak  kritik dan sanggahan, tak jarang diantaranya adalah kata - kata pisuhan lokal yang tak jarang membuat hati ketar - ketir. Membuat Blog seperti itu mudah, cukup membuat artikel kontroversial dengan intonasi mendesak (Seperti kasus Film Fitna yang dibuat oleh maniak agama dari Belanda itu). tetapi tidak sebanding dengan makian yang harus anda terima. Beda halnya apabila anda hendak membuat blog yang disukai orang.

Membuat Blog yang disukai orang sama sulitnya dengan membuat komentar yang disukai orang. Keduanya memiliki aturan yang berlaku dan kurang lebih sama, secara teori (Karena pengaplikasiannya jelas akan berbeda). Berkomentar untuk mendapat pengunjung balik, semua membutuhkan aturan tidak tertulis. Diantaranya :

1. Tidak sekedar One-Line Commenting dan mencari perhatian semata

Bukan hanya sekedar “PERTAMAX!” kecuali anda yakin anda akan mengakhirinya tanpa sekedar mematenkan podium. Blog pembuat artikel juga butuh kasih sayang, mereka membutuhkan jawaban yang berkualitas dari tulisan yang sudah dibuat dengan susah payah sebelumnya. Teori yang sama nampaknya tidak akan berlaku apabila artikelnya hanya berkutat seputar kesehariaan dan tidak terkait dengan topik serius.

One-Line Commenting lainnya yang tidak disukai banyak orang adalah komentar repetitif yang “orang lain juga sudah banyak tahu”. Misalnya, saat ribut kasus lagu Rasa Sayange yang dicuri oleh Malaysia, anda hanya sekedar berkomentar “Ganyang Malaysia!“. Dalam hati mungkin ada yang akan berpikir, “komentar apa ini !?” dan anggapan sampah lainnya. jadi, dalam sebagian besar artikel, komentar harus juga berkualitas.

2.  Tidak pula Out.Of.Topic.

Sementara sang pembuat berusaha membahas masalah A, anda malah ngalor - ngidul ke masalah B. Tidak lucu, tentunya, apalagi kalau artikelnya bukan bertujuan untuk melawak. Berusahalah untuk membalasnya dengan kaitan antara artikel dan komentar. Yang saya tahu,  O.O.T. lebih banyak terjadi dalam artikel yang kontroversial, dimana permasalahan yang sedang memanas di permukaan cenderung membuahkan komentar yang sebetulnya tidak dibutuhkan, dan keluar akibat emosi komentator yang meluap - luap. Kalau begini jadinya, lebih baik anda minum segelas air putih setiap kali hendak berkomentar. Lumayan, hitung - hitung membuat jernih pikiran.

3. No SPAM !

Tak kalah dibenci dari dua diatas. Bahkan sampai Akismet pun tidak ragu - ragu untuk menerjang yang satu ini. Seperti halnya seorang Cosa Aranda pernah mengatakan via kolom komentar “Becanda boleh, SPAM jangan.” SPAM adalah tindakan mempromosikan sesuatu, secara terang - terangan lewat berbagai media. Adapun yang saya bahas kali ini adalah lewat media komentar. SPAM itu dilarang, menurut etika tidak tertulis, tentunya. Lagipula, orang - orang tidak akan serta - merta membaca apa yang ada di balik link yang anda buat. Terutama bagi empunya blog.

Apabila hendak mempromosikan blog anda, hendaknya tulis lewat media komentar. Disana ada kolom URL, bukan ? Selalu fokus pada topik apabila ingin membahas sesuatu.

4. Tidak Selalu Harus Cheering

Cheering yang saya maksudkan di sini adalah menyemangati pemilik blog agar selalu menulis. Misalnya ? “Terima kasih, ya. Informasinya sangat menarik” adalah salah satu bentuk Cheering. Tentunya bukan suatu larangan untuk berbuat hal seperti ini. Tetapi, tentunya akan lebih baik apabila perlakuan tersebut diselingi pula oleh tanggapan yang seimbang. :)

Mendapat Komentar

Selalu kesulitan untuk mendapat komentar ? Hal tersebut tidaklah mengherankan mengingat banyak dari kita yang tetap kesulitan untuk menjaring komentator masuk ke blog kita. Kebanyakan dari teman saya beranggapan bahwa pengunjung tetap mereka yang membuat blognya selalu ramai. Ada pula yang mengatakan bahwa blognya selalu penuh oleh wajah - wajah baru yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Bagaimana dengan anda ?

Mendapat komentar itu gampang - gampang - susah. Akan menjadi sebuah kesulitan apabila anda terlalu memprioritaskan sebuah komentar untuk artikel yang anda buat, mengubah tujuan blogging anda semula (Hal ini sama dengan keinginan untuk mendapatkan traffic yang banyak, dan meninggalkan kualitas penulisan artikel menuju titik nol). Untuk pertama kali, biarkanlah artikel datang dan berusahalah santai dalam membuatnya. Anggaplah anda belum membutuhkan komentar saat itu. Setelah semuanya selesai, biasanya saya melakukan ini.

1. Promosikanlah dengan cara yang Halal

Dalam artian bukan dengan SPAM atau segala tetek bengek lainnya (Harus saya akui bahwa saya juga pernah SPAMming via Yahoo! Messenger). Tetapi dengan cara yang lebih cerdas. Misalnya dengan mengganti URL yang anda pakai menuju Homepage dengan URL Artikel terbaru anda. Lalu mulailah berkomentar. Setidaknya cara itu lebih etis, bukan ?

2. Blogwalking

Jalan - jalan ke Blog orang sembari menuntut ilmu, juga bisa diselingi dengan acara berkomentar. Diantaranya adalah dengan menaruh sebuah salam dari kolom komentar sebagai penanda bahwa anda sudah mengunjungi blog mereka. Frekuensi berkomentar saya sudah jauh menurun pasca kegilaan saya dalam mengedit CSS dan XHTML, tetapi saya masih sering Blogwalking.

3. Mudahkanlah RSS

RSS berarti Really Simple Syndicate. Salah satu cara bagi pembaca untuk stay tuned dalam Blog anda. RSS jelas tidak bisa dianggap remeh, karena secara harfiahnya, RSS anda yang di-subscribe oleh orang lain telah menandakan bahwa anda sudah menjaring satu penyimak setia. Maka dari itu, mudahkanlah. Gunakan fasilitas penyedia RSS yang sudah kondang di dunianya, macam FeedBurner.