Logo ? Secara garis besar, begitu...Sebuah pertanyaan menapak jelas di kepala, “Mengapa kamu jarang sekali blogging akhir - akhir ini ? Egoisitas ? Liburan ? Tersandung ujian maha berat ?” Tak lain dan tak bukan adalah karena perlombaan ini. W.O.R.D.S. ; Writing Organization Reaching Dynamic Students. Adalah sebuah perlombaan bertemakan National English Creative Writing Competition yang keseluruhan pesertanya diambil dari seluruh bagian di Indonesia. Jelasnya, ini adalah perang, errhm…, perlombaan tulis-menulis yang diadakan untuk menjadikan murid - murid terpilih bisa lebih baik, dan juga  mengajarkan kebaikan kepada Indonesia. Acara ini bisa terjadi karena tangan - tangan kreatif Fulbright Indonesia dan seluruh ETA (English Teacher Assistant, semacam Native Speaker yang dikirim untuk sekolah - sekolah menengah atas) yang bekerja keras guna menyemarakkan acara, juga menggiring saya untuk menang. Menang apa ?

Berawal dari beberapa minggu lalu, tepatnya bulan - bulan Maret silam. Sebuah pengumuman mengenai perlombaan serupa dicantumkan di tembok sekolah saya sedara semena - mena. Melihat potensi yang ada dan menilik kesibukan yang ternyata belum sebanyak sekarang, saya mengikuti hasrat untuk ikut. Beberapa minggu tersebut diisi oleh pembuatan puisi dua halaman yang ternyata malah berjalan lancar (Kebetulan suplai otak sedang tinggi - tingginya saat itu).

Lalu ? Dengan kuasa Tuhan yang ternyata sedang memberi kecerahan pada saya, saya terpilih menjadi satu diantara dua finalis  yang bertempat di Bandung (Satu finalis lagi berasal dari Bandung, bernama lengkap R. Aldizal Mahendra Rizkio S.). Ahh, waktu berlalu begitu cepat semenjak pemutusan juri yang menyegarkan itu. Pada hari Jumat 11 April kemarin, saya bisa merasakan panasnya Jakarta selama tiga hari untuk perlombaan W.O.R.D.S. yang ternyata bertaraf nasional. Puji Tuhan.

Pada pukul 11.00 WIB, saya bersama Aldi dan dua orang ETA yang bertugas mendampingi, Jamie Stewart (SMAN 22 Bandung) dan Jessica Loman (SMAN 11 Bandung) bertolak ke Jakarta. Dari travel yang mengantar dengan selamat ke stasiun kedatangan, hingga Taxi yang mengantar kami dengan sehat menuju Hotel Aryaduta, Jakarta (Hotel yang berbintang lima dan bertaraf Diamond. Hahaha…Terjamu peruntungan macam itu…).

Departure !

Ya, sebelumnya bagi anda yang Blogger Jakarta mungkin sudah tahu, dengan isengnya saya menelepon Chika bahwa saya berada di jakarta, namun saya tidak bisa bertemu dengan mereka mengingat kesibukan untuk malam Minggu mereka sudah fix dan tidak dapat diganggu gugat. Apapun itu, Di hotel sudah menunggu 27 peserta lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Ya, seluruh Indonesia. Adapun secara keseluruhan akan saya sebutkan satu-persatu, tertarik ?

  1. Hajar Asyura (SMAN 1 Probolinggo)
  2. Nurul Khaira (SMAN 5 Bukittinggi)
  3. Nur Maulidia (SMK Muhammadiyah 3 Singosari-Malang)
  4. Ummu Habibah (Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Brebes)
  5. Ahmad Taufiq (Pesantren Darul Hijrah Putra Martapura Banjarmasin)
  6. Raldiarchi Mochamad Muchlas (SMAN 3 Depok)
  7. Dita Pertiwi Arum Dini (SMAN 2 Balikpapan)
  8. Veronica Simanjuntak (SMAN 12 Makassar)
  9. Ika Siti Utami (SMAN 3 Medan)
  10. Owen Henadi Hendra Dihardja (SMAK Satya Wacana, Salatiga)
  11. Faiza Tsania (SMAN 2 Madiun)
  12. Ghaliyah Nimassita Triseptya (SMAN 2 Makassar)
  13. Aditya Budhi Wiryawan Mahar (SMAN 3 Yogyakarta)
  14. M. Enrico Erwin (SMAN Muhammadiyah 1 Pontianak)
  15. Ahmad Muhammad Qomar (Pesantren IMMIM Makassar)
  16. Nur Syahadari (SMAN 5 Surabaya)
  17. Afif Afandi (Pesantren Raudlatul Ulum, Pati)
  18. Putri Sari Rati Anggaeni (SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik)
  19. Muhammad Fatahillah (SMA Lazuardi Depok)
  20. Rulita Ocsifanny (SMAN 4 Denpasar)
  21. Syifa Salma (Pesantren Amanatul Ummah, Kembangbelor-Pacet-Mojokerto)
  22. Hanadia Pasca Yurista (SMAN 3 Semarang)
  23. Irma Rahmawati (Pesantren Putri Al-Mawaddah, Ponorogo)
  24. Lydia Setiawan (SMA Krista Mitra Semarang)
  25. Vonica Irma (SMAN 2 Sekayu)
  26. Simon P. Bayu (SMA Karitas 3 Surabaya)
  27. Shelly Andari (SMAN 1 Pandaan)

Kalau melihat 2 orang lainnya sudah disebutkan, tentulah seluruhnya menjadi 29 orang. Sulit, benar - benar sulit.

Jamie Stewart, My ETASebuah perlombaan, macam perang memperebutkan kata menang. Tetapi untuk itu, diperlukan usaha yang juga tidak gampang.

Kami berada di Hotel sekitar beberapa jam sebelum hari menunjukkan sore. Bisa dibilang pukul 14.00 WIB. Pada saat itu, kesempatan menunggu ruangan tinggal digunakan untuk berkenalan. Banyak pemuda - pemudi yang saya temui dan beberapa diantaranya amat menarik mata juga menggetarkan hati. Apapun itu, saya menginap bersama roommate bernama Taufik. Waktu siang kami sempat habiskan untuk makan - makan™ di restoran Sushi-Tei. Menghabiskan biaya sekitar 1,6 juta ! Kami sempat kaget dan mencoba untuk membayar. Lalu kami mengetahui bahwa semua ETA kami kaya - kaya. Untunglah.

Ketika waktu malam berdentang, kami dipanggil menuju Ballroom Hotel Aryaduta.

Disana ada makan malam yang difungsikan dengan cara self-service. namun yang paling menarik tentunya bukan acara panganan malam seperti itu. Tetapi Icebreaking Session, dimana beberapa macam acara dijalankan secara unik dan membuat peserta tidak bosan. Ya, dengan sungguh - sungguh. Bahkan saya terpana melihat para ETA serentak menyanyikan gubahan lagu Umbrella yang dinyanyikan oleh Jay Z itu (Apabila anda melihat performa dan liriknya, anda akan tahu). Acara juga dimeriahkan dengan perkenalan diri yang menggunakan medium peta Indonesia.

Dan tentunya kami telah melewatkan hari pertama dengan menyenangkan.

Hari kedua diisi dengan pembukaan berupa acara makan pagi. Dengan panganan yang lebih mewah, hebatnya. Banyak orang - orang pribumi seperti saya kaget begitu melihat jamuan yang serentak menjadikan alasan Aryaduta sebagai hotel bintang lima. Tak ayal, saya tak bisa makan terlalu banyak karena Bus yang mengangkat kami jam 7 pagi itu, akan membawa kami menuju AMINEF Office. tempat dimana perlombaan berlangsung. Rasa takut kalah dan heartbeat bergabung menjadi rasa gugup di dalam hati.

Err...

Acara dibuka dengan kemeriahan Dansa Saman dari Aceh itu. Disusul oleh pembukaan kata dari Dr. Bana Kartasamita. Kemudian, perang yang sebenarnya dimulai. Saya yang memulai dari urutan ke-12 melihat kehebatan - kehebatan peserta lain yang berperforma prima, menambah panjang rentetan kegugupan saya. Tetapi, tidak mau melihat pembunuhan akibat rasa ini, saya menyepi ketika peserta ke-8 bergulir. Menghilang, menghapalkan seluruh bait puisi. Kemudian saya maju ke medan laga.

It’s a code of existence
It’s not a death sentence
It’s your path of luminosity
It’s called a nation’s Identity

Bait tersebut menunjukkan bahwa sebuah identitas adalah kepentingan bagi diri sendiri, untuk menujukkan eksistensi… Ya, tetapi bukan itu yang saya hendak maksudkan. adalah bait utama dari puisi saya yang juga mengantarkan saya menjadi juara dalam Lomba W.O.R.D.S. kali ini. Meski hanya mampu mendapatkan kategori Most Creative, namun hanya dengan itu saja sudah bisa mengharumkan nama sekolah dalam dinamika Indonesia. Puji Tuhan. Nama saya sendiri diabadikan dalam The Jakarta Post edisi Minggu, 13 April  kemarin.

Ahmad Muhammad Qomar, my FriendsSetelah itu, acara perlombaan selesai. Namun tidak serta - merta diperbolehkan pulang menuju hotel. Adapun sejumlah Workshop menghiasi hari sampai waktu berdentang pada pukul 17.30 WIB (Ahh…mengingat juga saya diberi tanda mata, sepotong baju, hasil karya bersama, untuk mengingat peristiwa dan perlombaan ini. Mengagumkan…)

Begitu kami bertolak kembali ke hotel, semuanya menjadi kesenangan dan hura - hura (Sungguh sebuah dilema begitu saya melihat rombongan peserta ESQ Training yang juga berada di hotel yang sama. Tangis dan sedikit huru - hara). Kami bebas memilih untuk berjalan - jalan di pusat kota Jakarta. Atau Gokart ? Atau bertemu dengan Blogger Jakarta ? Sayangnya, dua pilihan terakhir tereliminasi karena ketidakmampuan untuk menemani saya mengarungi malam.

Pada akhirnya, mayoritas dari kami dan ETA mengunjungi Mall yang ada di Jakarta. Dengan panasnya yang cukup menyengat meski sudah malam, kami bermain dengan jalanan (Memangnya hanya anak jalanan yang bisa ? l-) ). Sebagian ETA berlagak layaknya Bule Gila dengan mengejar Taxi yang tengah berkecepatan tinggi di jalan raya. Apapun itu, saya dan teman saat itu mendapat jamuan di Pizza Hut. Dan menghabiskan hari dengan berkeliling di dalam Mall - Mall besar.

Hahaha...Hajar Asyura with flower in his head. Cool. :D

Hari Ketiga dimulai dengan suatu fakta, bahwa kami harus  segera pulang. Kesedihan mulai tampak karena banyak dari kami sudah mulai mengenal satu sama lain. Meskipun begitu, ini adalah suatu keharusan untuk memberikan kabar baik bagi semua orang di tempat tinggal.

Sebelum meninggalkan Jakarta, aku dan roommate-ku berkesempatan untuk check-out di Lobi Hotel. Roommate-ku memiliki tujuan berbeda mengingat dia bertempat di Kalimantan Selatan, sehingga aku mengucapkan salam perpisahan kepadanya sesegera mungkin.

Tentunya aku sempat mengunjungi Mall Ambassador sebelum itu terjadi. Namun pada akhirnya aku harus meninggalkan semua. Teman, tomat, ETA yang bertugas di tempat lain.

Foto lainnya :

ETA Rocks ! (Indonesia...Indo..Indo...E..E..)

Introduce Session using Indonesian Map

In the Night.