LinuxOpen-Source adalah sebuah produk gratis/Free yang didesain khusus untuk kaum - kaum bukan borjuis. Definisi yang tepat, apalagi kalau  anda adalah salah satu dari pemakai OS GNU/Linux yang mumpuni. Soalnya saya yakin tidak semua orang - orang memakai Windows tahu apa itu Open-Source (Bahkan aparat pemerintah tidak semuanya dapat membedakan antara sebuah pinguin dan seekor jendela). Apalagi kalau mereka terbiasa untuk selalu menggunakan barang - barang yang nilai jualnya melecehkan pembuat software. Ya, tidak tahu juga. Tapi dalam hati kita pasti akan mengaku kalau tidak semua barang yang kita punya adalah sah secara kepemilikan. Terlepas dari banyaknya pemakai barang berbasis Open-Source di Indonesia, kita ini harusnya malu.

Terus teranglah. Anda - anda pembuat gambar berkualitas tinggi mungkin ada yang seenak jidat membeli produk Adobe dengan bantuan Key Generator yang eksistensinya sudah tersebar di jagat maya, atau malah sudah ada di tempat anda membeli produk tersebut ? Padahal, sebetulnya anda tidak tahu kalau barang yang beli “seharga” tiga puluh lima ribu rupiah itu memiliki nilai jual asli sebesar $2,548. Sekarang jangan bilang bahwa kaum barat adalah kafir yang sudah sepantasnya dihukum dengan balasan setimpal. Apa yang anda lakukan tentunya membuktikan bahwa anda juga seuka membuat sengsara orang. Apabila melirik kesana - kemari, anda bisa saja sadar lalu menggunakan GIMP sebagai gantinya.

Terus Teranglah. Wahai anda - anda yang mempunyai produk Antivirus terkemuka. Selain PCMAV yang sudah tidak diragukan kualitas dan kegratisannya,  anda biasa menambahkan satu lagi penebas resource-sucker dengan biaya yang bukan sepantasnya. AVG, mungkin ada yang berlabel ”Free!” tetapi bagi anda yang serakah mungkin lebih menginginkan AVG 8.0 yang berlabel Internet Security pulak. Sebuah ironi memang, setiap insan yang sudah melakukan itu diberi predikat ”Perugi”. Betapa tidak, menghilangkan penghasilan bersih sebesar $54. Tegakah ?

Terus Teranglah. Wahai anda pemakai Operating System tak Halal. Khususnya apabila anda masih suka membodohi Bill Gates dengan menggunakan Windows bersertifikat “Ilegal”. Bukan maksud menakut - nakuti tetapi aparat berwajib ataupun sindikat berwenang sudah banyak tahu dengan ciri - ciri Windows “palsu” macam ini. Pemuka sungai bandwidth, bersiaplah dengan legalitasnya. Bukankah kalian adalah insan budiman yang selalu menggunakan software asli ? Dewasa ini, harusnya orang yang menggeluti bisnis Warung Internet sadar, bahwa dengan merogoh kocek seharga 4 juta rupiah saja, sudah bisa mendapat sebuah Windows Vista Ultimate berbahasa Inggris yang berlabel asli. Apabila tidak mampu ? Beralihlah kepada OS milik Linux Torvalds itu !

Terus Teranglah. Bukankah anda juga yang menggunakan Microsoft Office 2007 tanpa pernah mau membeli lisensinya secara terbuka ? Setidaknya anda kembali merugikan mahluk terkaya di dunia dengan membeli tanpa harga yang pantas. Kemanakan empat ratus empat puluh sembilan dolar miliknya ? Apakah anda dengan bangga menebus software tersebut dengan selebaran lima puluh ribu ? Apakah anda nantinya akan berbalik dan tertunduk malu ketika mendengar bahwa software OpenOffice bisa anda dapatkan dengan gratis ?

————-

Ya. Mental seorang Indonesia. Adalah kaum yang tentunya ingin sesuatu dengan gratis. Sialnya mereka pakai jalan yang salah. Dimana pundi - pundi seharusnya berada di sebuah subjek malah berbalik ke saku seorang pembajak. Bagaimana tidak ? Kita bahkan tidak mampu berpaling dari kenyataan bahwa menggunakan sesuatu secara murah adalah kejadian yang menyenangkan. Tanpa mau melihat efek kedepan. Bagaimana bila mereka, sang terbajak, menutup usaha di Indonesia, tidak memberikan support yang layak. Disusul dengan hancurnya jalur maya ? Mau jadi apa kita ?

Bukankah sekarang adalah era baru ? Dimana seharusnya barang - barang  tanpa harga bisa masuk ke dalam komputer anda ? Dimana anda tak perlu pusing dengan segala kemungkinan atas sah tidaknya kepemilikan software anda ?  Dimana semua barang yang anda pakai bisa berbais Open-Source ?

Jangan remehkan kualitas. Open-Source secara langsung didukung dengan tenaga komunitas. Dengan begitu, software tersebut serta-merta akan merangkak menuju tingkat yang lebih baik. Bukan tidak mungkin apabila software tersebut justru malah akan melampaui produk sejenis yang dulunya sering anda bangga - banggakan itu.

Ya, beralihlah ke produk Open-Source.

————–

Pernyataan, khususnya untuk Tim Penilai :

Semua harga yang tercantum diambil dari Majalah PCMedia keluaran Maret 2008.

Artikel ini dilombakan dalam kompetisi IGOS Summit 2 (Terimakasih, Pak Kuncoro)

Tema : “Aku Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Malu Menggunakan Software Bajakan karena sudah ada Free/Open Source Software (FOSS)

Blog ini memang belum berumur empat bulan. Tetapi blog ini adalah reinkarnasi dari Chaos Region - Incorporated yang notabene sudah dibuat semenjak bulan November 2006.