Saran kepada Panitia “Siswa Berprestasi”

ADDCOMMENT(33)

Saya mengetahui bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, dan dimana ada kesalahan, disitu saya mempunyai hak untuk memperbaikinya. Dimana luput berada, saya kira sang teraniaya akan menyebar gerutu dan komplain yang spesifik. Saya juga salah satunya. Mengatasnamakan sebuah acara yang berkelas di Bandung bernama “Seleksi Penerimaan Siswa Berprestasi”, kurang lebih. Bertempat di SMKN 3 Bandung yang tentunya tidak memiliki kesalahan dalam acara ini (Mengingat mereka, sekiranya, baru menyediakan tempat). Sekiranya diadakan oleh Dinas Pendidikan Bandung. Seharusnya sudah masuk event untuk kalangan prestise, bukan ? Selama ini saya menghipotesakan sesuatu dengan asas “kalau tidak salah”. Nah, semenjak awal. Saya sudah merasakan kesalahan besar dalam acara ini.

Begini. Acara ini berlangsung tanpa pemberitahuan yang spesifik. Saya mendapati kabar mengenai acara ini dari Wakil Kepala Sekolah SMA saya yang menyatakan bahwa ada acara terkait yang didasari pada pertemuan awal berupa technical meeting. Dengan embel - embel presuasif berupa “Hanya sebentar kok. Paling lama satu jam.”, saya pergi bersama pasangan saya satu lagi.

Ternyata, apa yang saya dapati disana adalah sebuah event yang tidak terorganisir. Ketika absen bergulir dan berakhir, semua siswa terkaget kaget ketika sebuah tugas pengerjaan 100 soal harus mereka hadapi saat itu juga. Sebuah kesimpangsiuran ? Ya. Anda patut mengetahui bahwa salah satu peserta dari SMAN 20 juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka mengaku bahwa baru mendapatkan informasi mengenai acara tersebut pada hari Minggu atau Jum’at lalu. Sekarang bayangkan, apa yang bisa kami persiapkan dengan tugas mendadak macam itu ?

Dan bukan hanya itu saja. Ada kesimpangsiuran kedua.

Setelah tes yang direncanakan sulit tersebut berakhir. Kami tidak bisa bernafas lega, karena suruhan untuk membawa sebuah hasta karya dan sebuah kesenian untuk diperformakan esoknya. Apakah ini juga termasuk dalam agenda Technical Meeting ? Apakah kita memang hanya bisa disiksa untuk menyiapkan sebuah hasta karya yang berguna untuk kemanusiaan selama 24 jam ? (Tolonglah, bahkan ada yang harus membuatnya dalam waktu 7 jam penuh tanpa istirahat, bahkan mereka memakai bahan daur ulang) Sekedar catatan bahwa acara tersebut sangat jauh dari apa yang diprediksikan wakasek kesiswaan SMA, sekitar 4 jam lebih.

Dan ada lagi. Pada hari kedua, terjadi sesuatu yang lebih miris. Acara tersebut memakan waktu lebih dari waktu sekolah siswa - siswi “tidak berprestasi”. Sampai pukul 6 sore dari pukul 8 pagi ! Hal tersebut diperparah dengan tidak adanya konsumsi yang disediakan untuk para siswa/siswi setengah lapar itu. Simpangsiurnya acara juga diikuti oleh kacaunya rundown acara yang diperulah oleh panitia (Sangat kontras karena kekacauan hari pertama dibuat oleh murid bersangkutan)

Ketidakprofesionalan panitia juga AMAT terlihat. Ketika saya berusaha untuk mengkomunikasikan keluhan saya secara verbal, mereka menjawab seakan - akan acara memang seharusnya “rusak”. Saat saya jawab kira - kira begini :

A : Pak, apa tidak bisa lebih cepat, kabarnya acara selesai setengah tiga.
B : Lho, harusnya jam 7 ini ! Tahun lalu saja begitu ! Namanya juga acara siswa Berprestasi…

OK, jadi sombong, nih ? Mentang - mentang acara ini sekaliber Bandung dengan persiapan dari Dinas Pendidikan Bandung menjadikan sekelompok panitia ini berhak menggembar - gemborkannya untuk menutupi kesalahan ? Tahulah, bahkan Olimpiade Sains FIsika saja diberikan konsumsi yang layak. Masa acara yang menguras tenaga ini tidak ?

Ya, saya tidak sungguh - sungguh dengan kata di atas. Itu aspirasi dari teman - teman saya sebagai siswa dan peserta yang teraniaya. Ingat, dong. Kita juga ingin punya waktu untuk hal lain. Kecuali kalian bilang dan usahakan untuk siap ketika acara technical meeting kemarin !

Jadi….

Biasakanlah untuk tepat waktu. Event swasta saja sudah bisa untuk konsisten dalam mempersiapkan waktu dan panganan. Ingat, kalian membawa nama kota dan negara (Saya dengar acara ini akan sampai tingkat nasional)

Jadi, OK ?

Note : Komentar dan keluhan dilayangkan dalam kondisi setengah marah, dengan memasukkan aspirasi dari peserta - peserta lain yang saya temui saat lomba berlangsung.

33COMMENTS

  1. sabar, nak!
    namanya juga orang punya kuasa jadi udah biasa kalo seenaknya gt

  2. Sepertinya panitia tertular oleh mental ngaret dan mendadak a la kalangan prestise diatas sana…

    *Huh, dasar nggak beradab banget…!!*

    *turut meradang*

    Sabarlah, jak.. yg penting kau sudah berusaha…

  3. Lho tadi ke kantor itu barusan pulang dari acara ini? Duh segitu marahnya, sampe lupa kebiasaan mengomentari tulisan sendiri. :-)

  4. Untung (kata anak2)
    wakil skolah gw minggat…

  5. sabar ya :D
    kan ini acara siswa berprestasi, jadi harus sabar menghadapi tekanan termasuk tekanan dari panitia
    *ditabok*

  6. Jika dilihat dari keseluruhan cerita. Jelas yang salah pihak panitia atau para makhluk yang berkaitan dengan acara tersebut (kecuali para peserta).
    Yang jadi pertanyaan saya adalah,
    Maksud “Siswa Berprestasi” itu apa?
    Apa artinya siswa yang berjuang menghasilkan karya tanpa mengeluh sedikit pun. Jika waktu yang diberikan sangat singkat. Yah, jelas lah. Kreativitas otak digunakan. Tapi, jika dalam pembuatan prakarya “tangan” jelas itu memakan waktu harian. Beda halnya dengan “komputer”.
    Ternyata Bozz Mihael berprestasi juga… CAYO.. :d/
    T4rum4s last blog post..3 Hari untuk 3 tahun [underconstruction]

  7. @ senny

    Lupa komitmen sendiri ? :))

    @ GR

    Nggak sampai usaha banyak, juga… ;))

    @ Anis

    Begitulah..

    @ itikkecil

    Tekanan malah tidak ada.

    @ T4rum4

    Entah. Dalam pembukaan hanya disebutkan apa itu Siswa Berprestasi. Dalam pelaksanaannya juga, siswa hanya dinilai dalam beberapa aspek saja. Dan, maaf sebelumnya, kebanyakan berusaha menonjolkan kekuatan kaum IPA. Tentu kita tidak akan menyalahkan anak - anak Alam. Yang saya maksud disini adalah perihal dari panitia sendiri. (Soalnya anak - anak sosial sendiri tidak kalah banyak di sana)

  8. @ Alm. lockon Stratos

    Hoo..

  9. ketik reg_sma8bdg untuk siswa berprestasi terganteng :d/

  10. nahan laper dan penat di bawah tekanan dari pagi sampe magrib adalah prestasi tersendiri *tepok-tepok punggung DB* , eh ga masuk kategori penilaian yah? *kabur* :D

  11. On topic please… :p

    Mihael :
    “Dan, maaf sebelumnya, kebanyakan berusaha menonjolkan kekuatan kaum IPA. Tentu kita tidak akan menyalahkan anak - anak Alam.”

    2 Mihael :
    Saya ingin tahu apa maksudnya “menonjolkan”. Apakah kaum IPS yang merasa tidak tertonjolkan? Habis istilah IPA, IPS, dan Bahasa (yang jarang tersorot) itu sudah tak berlaku di kancah era globalisasi sekarang. Sekarang mah, yang memiliki potensi, maka ia akan didepan. Saya paling benci dengan istilah “Anak IPA yang mengambil lahan IPS” di Perguruan tinggi atau dimanapun. Sebenarnya jika kaum sosial lebih mantap maka dia akan menguasai problematika jurusan sma sekarang. So Get it. Buktinya, saya kaum “rumus+konsep+pusing” kalah sama anda dalam hal membangun blog yang baik dan benar. Saya cuman bisa mengkritik (maaf yahh,, kritikannya).

    Ada lagi nihh..

    Mihael :
    “Yang saya maksud disini adalah perihal dari panitia sendiri. (Soalnya anak - anak sosial sendiri tidak kalah banyak di sana)”

    2 Mihael :
    Perihal Panitia? kok “ojol-ojol” ke banyaknya anak sosial…

    Hehehehe.. keep focuss on topicc.. :p

    -=t4rum4=-

  12. Tuh, kan. Tuh, kan. Makanya baca dulu. Saya tidak bermaksud membahas masalah itu. Tetapi ini membahas kesalahan yang murni dari panitia.

  13. Nah, lho. Makanya, baca dulu. Yang benar. ‘Kan saya membahas mengenai ketidakprofesionalan Panitia dalam komentar itu. Sengaja saya sambungkan dengan anak - anak IPA/IPS untuk mengetahui seberapa bagus tanggapannya.

    Mihael Ellinsworths last blog post..Saran kepada Panitia “Siswa Berprestasi”

  14. Wahwah, saya juga didaftarkan ke pemilihan siswa berprestasi ini. Sayangnya, sekolah saya, walaupun katanya sudah dikirimkan SMS, tidak mendapatkan informasi tentang hal ini sama sekali.

    Sehingga akhirnya saya kelewatan tes tertulis pada hari Senin. Saat saya datang hari Selasa dan pihak SMA saya berusaha bernegosiasi, katanya ’soalnya habis’, dan ’sekarang juga palingan tidak akan siap’, dst.

    Intinya, saya melewatkan ulangan kimia hanya buat hal ini!?? :-w

    *ditabok*

    Infinite Inficios last blog post..All About… Me?

  15. Hmmm, perlu dikasih materi EO neh, batagor ajah selalu mendada fine - fine ajah,

    hehehe, beda level ama event yah ama yg ini

  16. Benar-benar mental WICA sekali… Huahaha…

    B : Lho, harusnya jam 7 ini ! Tahun lalu saja begitu ! Namanya juga acara siswa Berprestasi…

    Ah, Non-Sequitur fallacy ini! Bisa di-counter dengan mudah padahal…
    Itu akademisi pow?

    Sedang dalam mood yang seperti saya mengkritik fallacy Anda di entry pesan massal dan sebuah argumen ya? :P

    Semoga panitia tidak memiliki semacam “DISCLAIMER” tertentu, karena jika ada maka semua keluhan yg terkait dengan disclaimer akan sia-sia.

  17. #roze…. anooo… kan udah ada disclaimer inih….

    Komentar dan keluhan dilayangkan dalam kondisi setengah marah, dengan memasukkan aspirasi dari peserta - peserta lain yang saya temui saat lomba berlangsung.

    mungkin sedang tidak bisa berpikir jernih aja kali….

  18. Sek, sek… Ta coba baca2 di sini masalahnya ada pada panitia yg merupakan EO atau pada penyelenggara (Dinas Pendidikan Bandung)? Karena biasanya panitia dan penyelenggara itu berbeda.

    #roze…. anooo… kan udah ada disclaimer inih….

    mungkin sedang tidak bisa berpikir jernih aja kali….

    Lha waktu itu aku ga setengah marah e, tapi full kesal. :))

    *kok ini malah chat ya*

  19. lho tapi biasanya kan panitia itu manut penyelenggara….

    jadi ya bukannya nggak mungkin dua-duanya itu salah….

    yang jelas korbannya kan cuman satu si pesertanya…

  20. @ plain love:

    [size=24][blink][b]

    RESIKO SI PESERTA MAU AJA DIKADALIN NGEKUTT!!!!!
    KALO JADI PANITIA YO SAYA PAJANG DISCLAIMER GEDE2!!!!!
    SOKOOOOOORRR!!!!!!

    [/b][/blink][/size]

    *Pepeng Eskopret dot Nyet pakai akun Gunawan rozenesia*

    *wah serasa di milis ya, ada bold, caps lock, font gede2, tanda pentung banyak, dan blink2!*

  21. pengalaman saiyah gini mas….

    si peserta itu dipaksa ikut sama sekolahnya buat menuhin kuota peserta yang dibutuhkan….

    nah yang kutukupret kalo gitu sapa coba…???

    penyelenggara dan panitia kan…???

    plain loves last blog post..ini kisah seorang gadis…

  22. si peserta itu dipaksa ikut sama sekolahnya buat menuhin kuota peserta yang dibutuhkan….

    Sekolah.

    –EOC–

  23. lha sekolahnya kan tetep dipaksa sama penyelenggara buat ngirimin tumbal….

    dalam hal ini penyelenggara dan panitia nggak mungkin kan mengadakan lomba tanpa peserta….

    terus mereka nyari pesertanya kan ya nggak mungkin langsung survey mencari calon siswa berprestasi….

    POKOKNYA™ saya nggak mau disalahkan

    -EOC-

    plain loves last blog post..ini kisah seorang gadis…

  24. Wah… masih musim toh pemilihan siswa berprestasi… Biar lebih bagus harusnya dibuat seperti acara moka (mojang jajaka) saja =))

    atau panitianya coba buat proposal ke Indosiar, terus bikin mamamia/papapia special starstudent :))

    Hebat euy om Michael…

  25. sabar deb. mungkin kamu harus ngajukin diri jadi panitia aja.. :D

  26. wah panitianya bisa berprestasi dan untung besar….

  27. Wew. Tmpt ini kok jadi ajang chat. Tapi gapapa sih. Toh penontonnya jadi makin banyak. :D
    *kabur dr topik*
    cabuttt…

    T4rum4s last blog post..Zona Terbaru dari Zona Taruma “Taruma Zone”

  28. @ Infinite Inficio

    Yang mereka bilang Tes itu awalnya bernama Technical Meeting. :-|

    @ chatoer

    (Yang berada di balik layarnya itu panik - panik saja..)

    @ rozenesia

    Ya. Aku bisa saja bantah. Tapi, dasarnya di situ banyak orang.

    @ rozenesia, plain love

    Err…..kalian…

    Ndak ikut, ah. :-|

    @ 102FM ITB

    So..So…. :))

    @ cK

    Nggak. Maunya acara sosial saja. :D

    @ almascatie

    :D

    @ T4rum4

    Puji Tuhan. :))

  29. No pertamax. No SPAM. Be a Good Sender and always on topic..
    *keselek angin* liat ancamanannya..
    kalo gitu saya baca postingannya baik-baik.

    udah baca ulang..
    yah sabar aja, orang sabar pasti disayang semuannya..

  30. Rules is number two.
    Comments is number one.

    Hehehehehe.. :D
    Orang sabar diberi kabar dongkzz. :D

  31. yang sabar aja jack…
    di Indonesia jam ngaret itu dah biasa.
    dapet juara ga?

  32. birokrasi di Indonesia kan emang gitu dik… Beruntung acara tetep diadakan.. Biasanya kan cuman ada proposal doang. Trus duitnya kamana aja gitu deh..
    8->
    lam kenal..
    maw gabung batagor donk..
    mumpung lagi kul di bandung nih

    made ekas last blog post..BBM Seharusnya Gratis

  33. wah wah! baca nya aja udah bikin kesel tuh! hahaha.
    sabar yaa! indonesia emang kaya gitu. kalo saya jadi kamu, mening pulang aja!
    haha.

    links last blog post..my movie tabloid : POPCORN

POSTACOMMENT

COMMENTGUIDELINES
Your email is never published nor shared.
Bear in mind also that every Pertamax words and its co-relation will be moderated by me.
No SPAM and always on-topic.
Required fields are marked *
You can use XHTML Tags here : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> , besides that won't work.

*
*
* fraternity
:> :P (:| b-) :(( :* :-h :-| 8-> :d/ :- more »
Alphafile - WordPress Theme - Theme Properties belongs to Chaosregion[dot]net.
Other Materials or Right at theirs respective owners. All Rights reserved. Best Viewed : Opera or Mozilla Firefox on 1280x1024 pixels.