Hampir sebulan penuh telah menghilang bagai debu dalam pikiran saya. Tampak pula keberadaan tempat menulis ini hampir tidak jelas. Kehilangan sebuah benda berharga bernama waktu otomatis menjadikan saya seperti orang sok sibuk. OK, ternyata perhatian saya tidak lekas hilang terhadap tempat saya “lahir”. Saya coba mencoretkan keadaan yang terjadi selama beberapa minggu terakhir ini.

Nyata - nyatanya, saya tidak menghilang. Bahkan kalau anda pernah melihat penampakan dari saya, maka anda akan tahu, bahwa saya ada di setiap sudut kota Bandung. Saya ada ketika anda semua ada di sana. Melihat bagaimana penuhnya antrian bensin bersama seorang Rendy Maulana, bagaimana saya bisa berada di Flexi Center bersama seorang Kuncoro Wastuwibowo. Dan hal - hal yang seyogyanya merepotkan orang. :(

Dan bagaimana saya bisa tetap melanjutkan hidup selama sebulan ini, kiranya saya akan coba ceritakan secara tidak signifikan di sini :

1. Dalam kesunyian malam, terdengar suara megah penuh kemeriahan di Cafe Baraya di Bandung. Adalah Gathering Flexter Indonesia yang benar - benar sepi dari kesunyian. Sebuah undangan yang datang dari petinggi membuat saya berada di sana, lengkap dengan 6 biji antek - antek yang berada belakang jejak saya *Ditimpuk*.

Terima kasih kepada Komunitas Flexter Bandung yang memberi saya kesempatan untuk menghadiri acara itu, baik yang ada di Cafe, maupun di Hotel Putri Gunung daerah Lembang, atupun di Bandung Electronic Centre.

2. Kadang menjadi suatu hal yang menyenangkan, bertemu dengan Blogger Label. Wajar, mengingat saya adalah Blogger Indie yang tidak memiliki nama dalam kiprah blogosphere ini. Raditya Dika. Saya bertemu dengannya (Bersama Mamay Syani) ketika “Kambing Jantan” tersebut tengah mengadakan talkshow buku “Babi Ngesot” dan “Tolong, Radith Membuat Saya Bego!” di Gramedia Merdeka, Bandung. Bicara soal bukti, mampir saja ke Batagor.

3. Kebiasaan main - main ke Deviantart makin adiktif. Saya mulai membuka kebiasaan - kebiasaan saya di masa muda dan mulai membangkitkannya lagi. Ah, bagaimana tidak, saya mulai kehilangan kesenangan ketika saya menggoreskan pensil saya di kertas dulu.

4. Sepertinya Bebersih Bandung yang keempat diundurkan menjadi bulan Juni. Entah karena miskooperasi yang terjadi atau memang ketidaksiapan ? Yang pasti, aku dan TBI Jawa (yang kebetulan menjalin kerjasama atas satu tujuan) membuat ‘Road to Greener Earth’. Yang pasti ada Walhi dan Greenpeace. :D

5. Saya makin menyibukkan diri di sekolah. Setidaknya sadar bahwa saya masih punya kewajiban sebagai pelajar. Tidak seperti dulu; menjadi seorang siswa yang jalan - jalan kesana - kemari untuk baca buku, disaat pelajaran sekolah. Ternyata banyak juga tawaran untuk lomba yang sebenarnya saya juga tidak mau.

6. Mulai mencoba untuk developing theme sendiri. Salah satunya adalah desain dari apa yang anda lihat sekarang ini; Alphafile. Nanti juga akan ada Theme - theme a’la saya (Yang banyak error dari segi XHTML) yang rencananya mau saya buat.

Ah, ternyata kemampuan saya mengingat saya makin menurun.

A Month Wrap-Up yang buruk.