Deja vu yang terulang. Kembali. Semua perasaanku di saat fajar kembali terulang di kala senja menyinari Parijs van Java. Di dalam Cafe Starbucks kulihat dua sosok orang yang sangat kukenal. Aprikot dan Tukangkopi. Delegasi dari luar kota, ternyata. Dengan tegap namun pasti, aku melangkahkan kaki menemui antek - antek CahAndong dan BHI tersebut. Tak dinyana, sembari melebarkan sayap di internet via Laptop kesayangan, aku bertukar pikiran bersama mereka. Sementara itu pula aku, secara tidak sengaja, mengkacangi orang yang akhir - akhir ini sering pergi ke Bandung. :-

Sang waktu nampaknya enggan berbicara banyak. Jamku telah menjajal dirinya di angka enam. Awalnya aku hendak pulang, namun kedua pendatang nampaknya masih ingin memuaskan dirinya memburu buku di Gramedia Merdeka. Dikelilingi perasaan ingin tahu, aku pun bersama mereka.

Menambah ilmu pengetahuan adalah hal yang menyenangkan. Ah, hal tersebut nampaknya harus segera diurungkan ketika aku, bersama tukangkopi, menemukan sebuah buku. Buku yang kelak mendasari isi dari artikel ini.

Spiderman, I Will Kill You !

Itulah namanya. Salman Iskandar pembuatnya.

Best Seller.

Sebagaimana disebutkan bahwa sang pembunuh hendak membantah keberadaan si pembawa jaring laba - laba itu, karena kabarnya Spiderman dan Karakter DC Comics identik dengan Zionisme, Yahudi, Israel, dan segala hal yang hendak membantai Islam.

Maka dari itu, adalah kelakuan yang PARANOID dimasukkan ke dalam buku ini !  Sebagaimana dikatakan bahwa mengkaitkan - kaitkan seorang suprhero dengan usaha Israel meruntuhkan sebuah agama adalah sebuah teori konspirasi, dan notabene sangat disukai oleh orang Indonesia. Menjemukkan.

Otakku bekerja. Mencerna setiap halaman dalam buku tersebut. Setiap katanya, menyiratkan kebencian terhadap Yahudi dan Zionisme. Kalau mereka ditawarkan sesuatu yang lebih parah, semisal Nazi dan Fasisme, mungkin mereka tidak akan menolak. Terjajah oleh keangkuhan Reich.

Lalu aku membaca sebuah kalimat, kira - kira berbunyi begini (anda boleh mencarinya apabila sudah membeli bukunya, dan maaf apabila ada mutilasi paragraf. For Page’s Sake. Ah, ya. Karena saya adalah murid SMA biasa, jangan mengira kalau adalah keluarga Argumentum ad Hominem ataupun lainnya, yang saya tidak tahu)) :

Kalau kamu suka berselancar di dunia maya, Banyak para artist comic alias tukang ngomik yang suka mejengin karya mereka, *dipotong* Para artist comic pun tak sungkan untuk mejengin superheroine dari Marvel Comics ataupun DC Comics secara “menantang”. *dipotong* Salah seorang diantara artist comic bernama Walter Geovani juga dengan berani menampilkan foto Spiderman dan MJ secara vulgar !

Lalu pikiranku bermain :

Apabila dia mencoba untuk mengatakan bahwa Spiderman adalah pengumbar gambar porno ataupun semacamnya, maka saya nggak perlu repot - repot untuk mencarinya di dunia Spiderman ataupun DC Comics ataupun Marvel Comics. Bahwasannya kita bisa saja mendapatkannya di dalam service fanboy kelas Nihon seperti Manga Doujin yang berbau Hentai. Tetapi bukan itu masalahnya; Sebenarnya untuk apa engkau menyalahkan pembuat yang tidak masuk ke dalam tim inti pembuat Spiderman ? I mean, semua orang bisa membuat karya yang meniru tokoh superhero yang mereka sukai. Dan menyalahkan pengarang aslinya, saya kira, adalah suatu hal yang salah, tuan. :D

Halaman 132 berbunyi :

“Terus, secara implisit, kostum yang melekat pada tubuh Spiderman itu tergurat jaring laba - laba. Di sana, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Spiderman itu bisa diartikan sebagai sebuah negara (baca: Amerika) yang “terjaring” (terperangkap) oleh sebuah jaringan ! Mau tahu jaringan apa yang dimaksud ! Jaringan yang dimaksud adalah jaringan Yahudi, yang lambangnya adalah Bintang Daud (David Star) Bentuk bintangnya pun mirip jaring juga ! (kabarnya gambar diambil dari http://www.liberationyouth.com)”

Sungguh, kita tidak bisa mengambil kesimpulan dari hipotesa macam itu. Itu sungguh *pfhh* SANGAT Bodoh.

Statement tersebut sangat tidak beralasan. Mengapa ? Pertama, ditilik dari sejarah agama Islam, Bintang David, sebodoh apapun, adalah warisan dari Nabi Ibrahim A.S., Nabi Musa A.S., Nabi Daud, A.S. Ah, c’mon. Anda membangkang kepada Tuhan anda !?

Dilihat dari segi logika pun, pernyataan anda pun mudah sekali ditendang. Bagaimanapun, membuat sebuah logo menjadi mirip lambang David Star bisa jadi mudah. Secara kasar, lihat lambang Partai PKS. Itu bisa menjadi lambang Yahudi, kalau anda mau maksa !

Dan apa bukti kalau Amerika adalah negara yang terjaring perangkap Yahudi, tuan ? Kalaupun ada buktinya, bisakah dipertanggungjawabkan, tuan ? ;)

Keberhasilan Spiderman menembus box office ini, tidak semata - mata karena kepopuleran dimata pecintanya. *dipotong*ternyata, tim sukses Spiderman dimotori oleh orang - orang Yahudi, daro mulai kreatornya sendiri, Stan Lee, yang tampil sebagai cameo dalam ketiga film si muka jaring. Kemudian sang produser, Avi Arad, yang paling bertanggung jawab menghidupkan karakter superhero dari komik ke dalam film. Termasuk juga Sam Raimi yang berasal dari Yahudi Polandia, dan James Franco juga beragama Yahudi.

Setakut apakah anda sampai benci sekali kepada Yahudi, sekali lagi ? Setakut apakah anda sampai - sampai tega mendamprat mereka, padahal mereka adalah orang yang mampu memberikan pesan moral didalam film buatan mereka ketimbang celaan anda ?

Jahat.

Dan sisanya hanyalah tuduhan - tuduhan tak beralasan lainnya menyangkut kehidupan Yahudi dan Zionisme. Misalnya saja Protocols of Zion, The International Jew, dan segala tuduhan pada antek - antek Yahudi yang sebenarnya nggak nyambung dengan Spiderman itu sendiri.

——————-

Pada  akhirnya, kutaruh buku itu. Sampah, pikirku jahat. Sebenarnya bukan itu maksudku dalam berpikir namun beberapa hal yang menjadikan buku tersebut “sebagai” “sampah” adalah sikap paranoid itu sendiri, yang membuat referensi lengkap dalam buku tersebut menjadi percuma.

Mengapa saya sampai hati membunuh buku anda ? Karena anda tidak satupun memberikan pendapat yang mampu dibuktikan secara ilmiah. Namun bukan itu saja yang menjadikan buku anda “terbunuh”.

Bahwasannya, meskipun anda bisa membunuh Spiderman, namun anda tidak akan pernah dihormati. Karena anda tidak memberi pesan moral yang cukup baik bagi semua kalangan daripada film Spiderman sendiri.

Yang saya maksudkan adalah, mau kapan anda berhenti mencela - cela produk orang (meski itu buatan Yahudi™Liberalis™Zionis™Israel™) dan mencoba membuat karya sendiri yang jauh lebih bagus dan dapat menandingi karyanya ? Saya kira orang Indonesia memang paling ahli soal sanggah - menyanggah, atau cela - mencela, tapi, ayolah…Mau sampai jaman Firaun makan rujak pun, celaan anda tidak akan menandingi kata mutiara di balik ceritanya, meski itu sedikit.

Kalau mau di-compare, usaha pembunuhan anda seperti menggunakan jarum untuk membunuh hewan bercula tiga.

Pikiranku berakhir. Aku mengikuti lagi kedua pendatang luar meninggalkan Gramedia.