Beberapa waktu lalu, saya menyaksikan sebuah penayangan produksi acara TV. Dalam sebuah iklan, tentunya di sebuah stasiun swasta. Lama saya tertegun dalam advertising yang tidak menyenangkan itu, karena tradisinya yang cenderung repetitif. Lalu sebuah kalimat melengkapi kenakalan saya untuk menuliskan salah satu kebiasaan orang Indonesia. Nampaknya kamus vocabulary saya bertambah lagi. :D

Mengapa saya membuat ini ? Tentunya tidak lain dan tidak bukan hanyalah kenakalan saya yang belum menjadi - jadi ini dalam menyentil beberapa perilaku dan aspek yang sebetulnya tidak ada salahnya berada di dunia.

————-

Kalimat Sejuta Umat ? Ya, bukan Nokia 3315 saja yang pantas diberi gelar seperti itu. Bahkan sebuah susunan kata - kata pun ada yang bertolak menjadi sebuah mainstream. Kalimat seperti ini hampir - hampir digunakan oleh rakyat - rakyat sejenis kita, dan menjadi suara tumpang tindih oleh kaum remaja. Bisa dibilang beredar dalam intensitas yang sangat tinggi, bisa juga menjadi banyak hanya karena tren semusim, yang besok - besok mungkin sudah disapu oleh waktu.

Dan hapalkan; Siapa tahu materi seperti ini masuk UAN atau SeNaMPTN.  :d/

I. Pengertian

Kalimat Sejuta Umat adalah sebuah kosa kata yang terdiri atas variasi subjek, predikat, dan objek. Dimana intensitas dan peredaran dari kalimat tersebut adalah besar. Dalam artian lain, keberadaannya dalam suatu kelas sosial amatlah banyak. Kalimat Sejuta Umat juga berarti adalah suatu trademark yang dikeluarkan oleh suatu individu, yang pada akhirnya diikuti oleh individu / kelompok lain.

Kalimat Sejuta Umat tidak sama dengan kutipan / Quote, meski adakalanya sejenis. Kalimat Sejuta Umat ada karena wabah / tren yang terjadi. Sehingga dalam segelintir kasus, penyebarnya seringkali anonymous.

II. Pemakaian

Kadang kala diperuntukkan bagi kaum - kaum yang baru mengenal suatu pola kata unik. Biasanya digunakan sebagai kalimat penutup atau kalimat pembuka bagi sebuah perbincangan. Bisa juga menjadi sisipan, atau menjadi kalimat satir pelengkap suatu artikel.

Kalimat Sejuta Umat juga sering diterapkan dalam berbagai iklan, tentunya dengan berbagai modifikasi. Semisalnya saja judul film dari “Mengejar Mas - Mas” yang pada akhirnya pernah digubah menjadi kalimat sejenis “Mengejar Emas - Emas” yang pernah diluncurkan sebuah bank.

III. Contoh Eksak

“Aku suka kamu ! Aku Cinta banget sama kamu ! Mau nggak kamu jadi pacar aku ?! Soal aku jatuh hati banget sama kamu !”

Adalah kalimat yang sering dilontarkan oleh remaja - remaja yang sedang mabuk kepayang. Biasanya diucapkan di berbagai reality show sejenis, atau malah hanya ketika seorang Adam “menembak jatuh” seorang Hawa. Ah, ada kalanya kombinasi kalimat ini adalah dengan puisi atau 99 tangkai mawar.

“Aku mau bunuh diri aja !” / “Aku mau kabur dari rumah saja !”

Kalau yang ini sering diucapkan di sinetron tatkala seorang individu berusaha untuk memaksakan pendapatnya melalui cara yang tidak berperikemanusiaan. Alasannya mungkin karena dunia atau Tuhan yang tidka adil, atau hanya karena perlakuan orang lain tidak sesuai kepada dirinya. Tapi akhir - akhir sering diterapkan oleh segelintir umat di dunia nyata. :P

Kami berada di jalan Allah ! Allahuakbar !

Merasa kecaporganisasi anda berada dalam jalan yang paling nomor satu ? Gunakan ini. Kadang kala pas apabila format “[Nama aliran] itu sungguh berada dalam jalan yang sesat !!!” juga dimasukkan, demi menambah bumbu kerusakan.

Hanya kami yang bisa begini.

Mirip seperti penjual nama organisasi diatas, hanya saja yang dijual itu sebuah produk. ;)

“*Sesuai dengan Ketentuan yang berlaku.” / “*Rules may Apply” / “*Syarat dan Ketentuan Berlaku”

Adalah kalimat sakit mandraguna yang akan dipakai oleh orang - orang ketika mereka sedang menggembar - gemborkan produk mereka. “Hanya 1 Rupiah !!!!” diikuti tanda bintang mungkin adalah suatu jurus yang diharapkan dapat membuat mangsa tertipu.

Merokok dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi, dan Gangguan Kehamilan dan Janin

Ini adlaah suatu kalimat yang tadinya diharapkan oleh pemerintah dapat menanggulangi keberadaan perokok. Tetapi karena cukai 9 trilyun yang ditawarkan produsen rokok, kata - kata ini terkesan kurang optimal. :D

Dia kan orang miskin? Ga pantes buat kamu.”

Tidak suka orang kere ? Kurang restu kalau anak menikah dengan begundal dan gelandangan ? Ampuh dan manjur, dapat dicoba. :D

“‘Kita’? Elo aja kaleee’, gue sih enggak!

*Siul - siul*

Jangan berharap bisa bergabung dengan lawan bicara kalau dia sudah mengeluarkan ini !

udah ujhan, bechek , gak ada ojhek..

Kalau Cinta Laura sedang berkata, maka akan menjadi sebuah sensasi. Ini buktinya.

Apaaaaa???? Kamu hamil??????

Salah satu tanda kiamat apabila pergaulan bebas itu menghasilkan sebuah guyonan.

IV. Penutup / Disclaimer

Pakailah apabila perlu dan jangan digunakan apabila kurang butuh. :P Sebetulnya masih banyak lagi yang ada di Indonesia ini. Apabila ada yang mau menambahkan daftarnya, monggo

  • Digg It
  • add to Del.icio.us
  • Stumble it !
  • Furl
  • Stumble it !
  • Fave with Technorati