“Good God. The prize goes to the one who needs.”
Amazing Race Bandung adalah sebuah hajatan dari komunitas Batagor, yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun Indonesia yang ke-63. Bertempat awal di Taman Balai Kota, Bandung, sebanyak empat puluh peserta mengarungi luasnya Bandung dengan tantangan berupa petualangan menyusuri luasnya Bandung. Sekaligus menjadi ajang nasionalisme karena dengan perjalanan tersebut, para blogger dapat mengetahui nilai sejarah dari tanah yang mereka pijak, bumi Indonesia.

Aditia Jaelani, Yulianty Anggraeni, dan Ridwan Maulana. Ketiganya bukanlah nama dalam formasi grup musik tersohor. Bakat menyanyi mereka terasah dari aspal jalanan, mengais rejeki dari menghibur telinga orang. Adit adalah seorang orator muda yang berbakat, dimana falsafah kemerdekaan dan bahasa cinta banyak dia kuasai secara fasih, mengutarakannya sebagai opini didepan orang banyak. Yuli beda lagi. Bakatnya dengan gitar akustik menjadikannya sebagai pemusik yang tidak bisa diremehkan. Kunci demi kunci dia kuasai, apalagi kalau disuruh berduet dengan Ridwan. Sebagai seorang pemain biola, dia sanggup menggesekkan dawainya hanya dengan bantuan tangan kanannya, tanpa harus mengandalkan bagian tangan lainnya. Cukup dengan bahu dan tekanan kepala.
Bagaimana sosok ketiga orang tersebut bisa menjadi primadona di dalam hajatan Batagor kali ini ?

Tentunya berawal dari niatan untuk menyemarakkan acara bulan Agustus dengan acara Amazing Race. Sekitar pukul 08.00 WIB para blogger berdatangan dengan wajah antusias, begitu pula diikuti oleh kedatangan saya beberapa menit setelahnya. Mulai dari sosok Batagoris yang sebagian pernah hilang batang hidungnya, sampai kepada wajah - wajah baru yang belum ternodai kegilaan Blogger - blogger.
Acara benar - benar dimulai pada pukul sembilan lebih sedikit. Tentunya dimulai dengan perkenalan dan beberapa basa - basi. Lalu dilanjutkan dengan topik utama untuk menjelajahi kota Bandung. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok, yang diselingi dengan koordinasi agar peserta tidak tersesat.

Dan perjalanan menyusuri daerah Bandung Utara itu dijalankan. Para peserta diberi sebuah petunjuk untuk mencari sebuah daerah yang pada akhirnya berada di Km. 0 daerah Asia Afrika. Di situ mereka berkesempatan untuk menghapal bahasa Belanda dari “Ketika saya sampai di sini, pastikan sudah terbangun sebuah kota“, kurang lebih. Pada akhirnya, para juri yang berada disana mempersilahkan kelompok yang sudah menyelesaikan teka - teki ke jalanan Bandung lainnya, mencari Post 2.

Landmark Braga menjadi saksi bisu terjadinya permainan “Menara Hanoi” yang disuguhkan oleh “penjaga jalan” di sana. Ali, sang inspirator dan seseorang yang mengetahui tata cara permainan, memuluskan langkah kelompoknya dan mereka yang paling cepat menyelesaikan permainan otak itu.
Saya tidak sempat melihat jalannya permainan di post 3, yang sekiranya bertempat di Viaduck, dekat dengan Patung Laskar Wanita. Namun sisi menarik yang saya dapatkan berada di Gedung “Indonesia Menggugat”, di jalan Perintis Kemerdekaan, tak jauh dari situ. Ketiga pemain musik kita menguji, seberapa berani blogger - blogger dalam menyanyi dan berorasi. Bayangkan; saya, Natasya dan Lafrania sampai takjub mendengar lantunan musik mereka. Semuanya berakhir “dari apa yang berasal dari tanah, kembali menjadi tanah. Di situ kita menemukan dua malaikat penjaga” yang memberikan permainan, yang juga saya tidak sempat ketahui apa jenisnya. Post terkahir adalah tempat dimana semuanya berawal, di Taman Balai Kota.

Disitu, sudah siap menyambut para Flexter Bandung dan sebagian Flexter Zero21 memberikan games yang sangat eksklusif, karena memberikan voucher 25 ribu dan Starter Pack Flexi secara cuma - cuma. Adapun games lainnya adalah memindahkan kelereng, dimana sempat diulang karena juri Natasya sangat tidak memperhatikan jalannya permainan.
Lalu 2 buah HP yang sempat diberitahu eksistensinya sebagai sebuah doorprize diberikan kepada adik kecil pemusik kita yang beruntung, Yulianty. Pengamen kecil ini kini akan menyebrangi Indonesia luas dengan mudha, tentunya ketika dia sanggup membeli voucher Flexi. Jaka [pikir] kisah pengamennya akan berakhir, diganti dengan pekerjaannya barunya sebagai antek - antek Flexi.
Begitu pula dengan Chatoer, selamat dengan HP Fren barunya.
Foto Lainnya :







Artikel Terkait :
- Amazing Race 2008 : Napak Tilas Kemerdekaan ala Batagor
- “Semangat kemerdekaan ala Batagor” Kopdar 2
- Door Prize itu Didapetin yang Berhak
- .::(masih beta)amazing race::.
- Bercapek-capek RIA…… wow, that’s amazing !!!!
- Amazing Race di hari Merdeka
- Terimakasih Saya terhadap dukungan Amazing Race Batagor
- kopdar lanjut seru2an
- digabung jadi satu (3-in-one) *emangnya Torabika??*










wah...kayakn ya asik nih, tampilannya keren b-)` 

















YOURBROWSER :
hehehehehe kaga jdi jak,, postingan nya dah ada di batagor.. hehehehe
jadi sekalian numpang eksis lah di tempat lo.. hehehehe thanks ya bos.. kapan nich kopdar lagi???
YOURBROWSER :
jak postingan gw kok gak masuk di batagor ya? knapa tuch??
mau numpang eksis nich… hehehehehe
ok jak ditunggu kabarnya ya.. thanks
YOURBROWSER :
ekii » » last post title - [Pic] Baju Beken di FS, tanpa BAYAR!
YOURBROWSER :
abizz dari Balkot lansung ke BEC beli hape ZTE Flexi…
mupeng ama Yulianti :>
Rully Patria » » last post title - GOLPUT sama dengan PENGECUT
YOURBROWSER :
seru bgt tuh acaranya…
flexter n blogger dijadi2n satu…
My » » last post title - Sahabat …!!!
YOURBROWSER :
salah tuh clue terakhir, seharusnya: “dari tanah kembali ke tanah, temui dua malaikat penjaga”
:D 
rani! » » last post title - omong kosong
YOURBROWSER :
wah acaranya kayaknya seru… kreatip, jak…