“We’re all do changes. Every people, as following the instinct of a humans, will transform themself. No matter the era, it won’t change.“

Saya memang menghilang. Namun di manapun anda berada, biasanya saya ada di sana, membawa kamera apabila bisa. Bukan hanya Benny dan Mice saja yang bisa menyusup di balik hura - hura kota Jakarta. Saya menyaksikan bagaimana orang mau mati untuk mendapatkan tiga puluh ribu rupiah. Saya juga melihat seorang manusia di belantara universitas yang katanya mempresentasikan pendapat lewat media maya, meski hanya sekelibat. Bahkan pemikiran saya sudah ada sejak tahun 1945, dimana saya membayangkan diri membawa bedil dan memberi hormat di hadapan sang Saka merah Putih.
Tetapi raga yang tiada memang menjadi suatu keraguan bagi siapa yang tidak mengetahuinya. Saya berada di darat. Menjadi manusia sepenuhnya. Meski berlagak tua, saya hanyalah seorang bocah ingusan yang masih harus menghadapi UAN dan Senam Petani, dan dalam artian pendek : Saya belajar kembali.
Sebetulnya ada banyak kejadian selain itu.
1. Life
Jeda waktu diantara bulan ke bulan itu membawa banyak perubahan bagi saya. Jeda diantara Juli dan September memang hanyalah 60 hari, tetapi dalam sekian puluh hari tersebut saya mencoba berubah menjadi lebih baik. Awalnya saya masihlah bengal dan cengeng. Dan memang hal ini bukannya tanpa alasan; Beberapa minggu sebelum September adalah hari - hari yang suram dan menyedihkan.
“Jadi dulu itu seperti apa ?”
Diawali dengan perginya Wali kelasku yang dulu menuju sisi-Nya. Menyusul dengan itu, daya tahan mentalku juga berangsung - angsur menurun, entah kenapa (Mungkin karena sindrom [dot]net). Tugas - tugas sekolah saya semakin menumpuk. Konsekuensinya saya menjadi stress, badan tidak terurus. Untungnya, tidur masih teratur; Tapi dua kali saya terbangun ketika pukul 2 malam.
“Gigi saya menjadi agak tumpul“. Selain tugas sekolah yang entah kapan mau diselesaikan, nilai - nilai sekolah pun beranjak terjun bebas, Matematika mungkin salah satu diantara, tapi saat itu saya masih belum peduli. Theme yang saya rancang menjadi terbengkalai, saya mendadak sering kena asma. Sehingga masalah update blog hanyalah sekian masalah yang harus saya hadapi dimasa itu. Berbentur antara keinginan membuat post dan idealisme semu saya dengan artikel yang berkualitas.
Saat itu, saya benar - benar menyentuh titik klimaks, berkali - kali.
2. Dead
Ditengah nestapa dan keadaan saya yang muram durja, saya memutuskan vakum, hiatus tanpa konfirmasi. Mati total dalam kehidupan maya; Meskipun saya masih sering berada di belantara Messenger untuk mengecek keadaan sekitar. Mengutip Sam Witwicky di film Transformers, “No sacrifice, No winning“. Saya benar - benar menjadi bayangan terhitung mulai Agustus sampai akhir September ini.
Trafik jelas turun. Blog ini -sampai saya tahu- belum mencetak posting yang benar - benar bakal dijadikan tolak ukur dan referensi bagi banyak orang. Tanda - tanda saya di Batagor.net, apalagi. Nagapin saya waktu mati begini ? Banyak. Diantaranya menyelesaikan theme yang diabaikan, termasuk permintaan untuk merombak aggregator blog Bandung itu. Mencari referensi, pergi ke blog - blog di bagian barat. Dan yang terpenting adalah untuk menjadi lebih baik; Saya sering bepergian bersama Rolly ke tempat - tempat yang memberi hidayah. Mungkin tedengar seperti ritual Ramadhan yang agak basi dan sok alim, tetapi begitulah adanya.
Ah, ya. PR masih tetap saya abaikan.
Waktu yang dibutuhkan jelas berbanding terbalik dengan kapasitas waktu yang saya dapat; Delapan bulan lagi UAN. Kredibilitas saya sebagai siswa dipertaruhkan di sana. Sehingga saya harus bergerak cepat, bermain cantik. Ketika tangan saya sibuk mengatur apa yang ada di belakang layar, wajah saya harus senantiasa menenangkan riak air yang ada di permukaan. Saya menjadi lebih sering tertawa dan bepergian bersama teman- teman saya. Baik teman - teman yang ini maupun yang itu. Ah, tetapi mereka mungkin kurang beruntung, saya harus berkecimpung dengan teman - teman sekolah lebih banyak, kala itu.
Di waktu luang, saya menghabiskan hari dengan menggambar. Ini menandakan bahwa saya siap menghadapi USM di ITB nanti. Selama itu pula saya latihan dan mulai mencumbu istri saya yang kedua, meski baru sekali. Menggambar menjadi satu - satunya hal yang menemani saya di dalam sepinya dunia. Coretan dan garis halus pensil yang saya guratkan di kertas gambar membuat saya menjadi lebih banyak dikenal orang. Beberapa manusia mulai mengakui saya dalam hal tersebut, mereka mau membayar demi satu buah gambar…, Ah, itu urusan pribadi.
“Things always get worse before it gets better.” ~ Michael Caine, The Dark Knight
3. Change
Berubah bukan berarti tanpa kendala. Masih ada orang yang tidka bisa percaya. Misalnya ketika saya mencoba berinteraksi ataupun menasehati, ada pula yang menimpali dengan kalimat, “Lihat dulu dong diri sendiri !“. Ah, memang tidak sebaiknya saya ungkapkan lebih jauh, hal ini mungkin akan menjadikan saya sombong juga, tidak jauh.
Btw, sampai tulisan ini dikeluarkan, saya masih single.










wah...kayakn ya asik nih, tampilannya keren b-)` 

















YOURBROWSER :
Lha, baru beberapa minggu lalu “mengontrak”…
YOURBROWSER :
single deb? sejak kapan?? :o
lha, itu gunawan gimana? *kabuuurrr*
YOURBROWSER :
heiii PR nya masih banyakkkkkkk…. perjuangan ga berhenti disini
ni posting vulgar juga
caps ahhh
YOURBROWSER :
wah anak 1991 juga.. hehehe..
makasi udah ngunjungin blog angga. mau tukar link? bedewe jadi inget hape yang udah dijual itu ih, w810.. hiks hiks hiks hoeeek.. maap