Jika aku berada disebelahmu, duduk, dibawahi oleh rindang dedaunan dan sinar rembulan, maka aku akan tertawa kecil. Menatapi keterkejutan dunia atas pergerakannya yang salah dimataku. Waktu seakan berhenti dan riak - riak air yang berada di belakangku tidak mengubah persepsi itu. Ketika Sang Pencipta telah mengijinkan suatu kejadian, maka didepan parasmu itu, aku akan berucap, “Ternyata dunia kita berbeda, nona kecilku.”

Dimanapun engkau ada sekarang, maka engkau adalah bidadari dalam duniaku—meski terkadang engkau terlihat seperti tidak tahu. Dimana imajinasi yang berkabut itu menghalangi jalan pikiranmu. Tapi tak apa, aku tak ayal menyenangi. Melihat tingkahmu yang polos itu didepan mata kepala sendiri…Ah, ketidakrelevansian ini menyukaiku. Dan kubiarkan logika meluruskan topik ini lagi.
“Dunia kita berbeda“, apakah benar ? Aku terhenyak seribu pikiran. Bukan berarti engkau adalah rembulan sementara aku pungguknya. Tatkala engkau memiliki duniamu yang dipenuhi eksakta, maka aku diciptakan untuk hidup diantara manusia - manusia. Dikala romantisme indah selalu memenuhi jalan hidupmu, maka lika - liku kehidupan yang menantang selalu berada di depanku. Engkau diciptakan untuk mengikuti Hawa, sementara aku Adamnya.
Aku membatin. Inikah romantika manusia ? Rasa - rasa sayu yang membekas di dalam riak air kehidupan ? Dikala aku pernah membantahnya bak seorang penuntut umum, di masa ini aku kembali kehilangan kata - kataku. Lagi - lagi tamat kalimat. Jatuh bangun lupa dengan nikmat.
Jalan panjangku menyusuri kompleksitas manusia tidak akan pernah berhenti, tetapi bermuara adalah suatu hal yang sah. Aku ingin sekali berlabuh lama sekali dalam impianku, tetapi rencana Tuhan siapa yang tahu ? Engkau dan aku mungkin belum akan bertemu di dalam persilangan jalan hidup lagi, mungkin engkau akan tampak berbeda di dalam ulangan tahun nanti. Tetapi melihatmu di samping, tersenyum, adalah suatu kecukupan yang akan terus bertambah kosongnya.
Jikalau waktu bisa dengan benar berhenti, maka perbedaan dunia kita akan aku jelaskan dengan bahasa yang lebih manusia, agar kamu mengerti (Bahasaku adalah salah satu perbedaan besar yang membuatku menjadi seorang penyabar, membantumu untuk mengetahui maksudnya). Apabila waktu bisa dengan benar berhenti, maka kuberanikan diriku untuk menatap lama dalam pandangmu. Merasakan aura seorang perempuan dewasa, merngetahuinya. Membuat setengah jiwaku yang mati itu hidup kembali. Membuat raga yang setengah lumpuh itu bernyawa lagi.
Betapa indahnya rasa duniawi ini; Meski fana. Tatkala Andrea begitu terlelap dalam pesona A Ling, semua kerusakan dunia toh baginya adalah sebuah kebaikan. Semua pembenaran tentang dunia yang semu ini menjadikanku lebih hidup dalam menegakkan keadilan.
Tetapi mengapa perilaku kita tak sama ?
Mengapa cahaya dan fisik kita tidak serupa ?
Mengapa dunia kita berbeda ?
Di dalam kerasnya aroma sebuah perpustakaan, ditemani nyanyian instrumental dan sebuah kursi plastik, aku terdiam. Dalam sebuah perbedaan pikiran yang amat kusenangi. Bila aku masih diberi kesempatan hidup, olehmu Tuhan, biarlah aku merasakan, bahwa tenggelam dalam kecintaanku pada manusia itu bisa menjadi indahnya. BIarlah lain kali aku bersamanya, di bawah rindangnya dedaunan, ditemani oleh sinar rembulan.










wah...kayakn ya asik nih, tampilannya keren b-)` 

















YOURBROWSER :
Kalo kata-kata bersayap kayak dulu itu bagimana?
YOURBROWSER :
Lah, saya kan selalu pakai sedikit fakta untuk menggiring opini. Ala GM.
YOURBROWSER :
Lha, saya kira mirip-mirip… sama-sama bersayap?
Jadi yang abstrak Om Goen apa Mas DB nih?
*oot: kok kadang-kadang saya bisa nulis nama von reginhild dan kadang cuma bisa von reinhild sih? -_-a*