Bukankah tidak ada yang sebelum dia ?

Ksatria Argumentasi

Seorang tua dengan sepeda BMX miliknya — melawan dunia.

Segelintir fenomena. Sesumbar ide brilian yang tertelan dalam enigma dunia. Sebuah Pergerakan.

Sayang aku hanya menemuinya sebanyak tiga kali, terhitung selama hidup saat aku berada di depan komputer ini. Berarti jelas, mewawancarainya adalah mustahil. Pertama kulihat dia di sebuah jalan daerah Dago atas, terlelap di dalam pengap jalanan dan trotoar. Sembari memarkirkan sepedanya yang berhiaskan bendera putih dan seucap pendapat yang diabadikan lewat tulisan. Kali kedua aku berpapas dengannya tidak jauh dari tempat pertama dia berada. Dan pertemuan ketiga, diabadikan di perempatan Buah Batu, Bandung.

Andai ada seribu orang yang sama dengannya, maka aksi unjuk rasa dan demonstrasi akan lebih baik bila binasa. Maka aksi goyang pagar hanyalah jadi bualan belaka. Maka aksi bentrok polisi dan maha-siswa akan menjadi guyonan semasa. Sebuah aksi nyata yang dilakukan tanpa gaya otot ini, sudah sepatutnya menjadi referensi bagi ksatria argumentasi di dunia maya. Blogger, salah satunya.

Sudah pernah mengikuti aksi nyata dalam berpendapat ?

  • Digg It
  • add to Del.icio.us
  • Stumble it !
  • Furl
  • Stumble it !
  • Fave with Technorati