Bukankah tidak ada yang sebelum dia ?

Seorang tua dengan sepeda BMX miliknya — melawan dunia.
Segelintir fenomena. Sesumbar ide brilian yang tertelan dalam enigma dunia. Sebuah Pergerakan.
Sayang aku hanya menemuinya sebanyak tiga kali, terhitung selama hidup saat aku berada di depan komputer ini. Berarti jelas, mewawancarainya adalah mustahil. Pertama kulihat dia di sebuah jalan daerah Dago atas, terlelap di dalam pengap jalanan dan trotoar. Sembari memarkirkan sepedanya yang berhiaskan bendera putih dan seucap pendapat yang diabadikan lewat tulisan. Kali kedua aku berpapas dengannya tidak jauh dari tempat pertama dia berada. Dan pertemuan ketiga, diabadikan di perempatan Buah Batu, Bandung.
Andai ada seribu orang yang sama dengannya, maka aksi unjuk rasa dan demonstrasi akan lebih baik bila binasa. Maka aksi goyang pagar hanyalah jadi bualan belaka. Maka aksi bentrok polisi dan maha-siswa akan menjadi guyonan semasa. Sebuah aksi nyata yang dilakukan tanpa gaya otot ini, sudah sepatutnya menjadi referensi bagi ksatria argumentasi di dunia maya. Blogger, salah satunya.
Sudah pernah mengikuti aksi nyata dalam berpendapat ?










wah...kayakn ya asik nih, tampilannya keren b-)` 

















YOURBROWSER :
Kebebasan berpendapat masih susah kalau di Indonesia.
Saya lebih mending dicap orang autis yang doyan ngeblog daripada naik ke permukaan malah dihina-dina.
YOURBROWSER :
@ emina
Menurutku malah amat - amat jarang demonstrasi yang berkelas itu, yang terakhir kudengar saja pakai acara lempar telur busuk. Asu.
@ Goen
Lha, aku pikir komentar di atas komentarku cuman satu, tho..
@ agunk agriza
Silakeun. Btw, maaf soalnya laman Blogrollku belum jadi. Paling awal November aku masukkan, yak.
@ afwan auliyar
Hohoho.
YOURBROWSER :
wew……….. ternyata sebuah kata bisa seberat baja
8-> 8->
YOURBROWSER :
mas2 ///
tukeran link yuu ;)
YOURBROWSER :
Saya juga kurang, tapi dari beberapa buku yang saya baca tentang aksi massa, ide-idenya lah yang cukup mewakili opini saya. Jadi yaaa…
Massa yang bergerak teratur dan terorganisasi sesuai kehendak ekonomi dan politik mereka. Tidak asal-asalan, dan tanpa tindakan ceroboh (misalnya: kekerasan) yang dapat menghambat atau mengagalkan pergerakan. People Power yang menumbangkan Marcos adalah contoh yang hampir mendekati. Di mana rakyat turun ke jalanan dengan aksi damai tanpa merusak, dan juga bergerak teratur. Itulah kekuatan, bukan fisik dan orasi semata.
Mengenai contoh demo yang itu, ahahahaa… Oh iya, ada pula demo yang ditunggangi spanduk yang menyiratkan kampanye ketua KM (Keluarga Mahasiswa). Hu-uh.
Reply tadi kok ambigu.
Tanpa nama yang dituju.
YOURBROWSER :
NOTE- Err, Gun. Komentarku yang tadi itu buat Muda Bentara, bukan buatmu.
Tentulah kamu tahu, ataukah memang…
-via hape
YOURBROWSER :
*baca-baca komen*
tidak ada gerakan massa (baca: demonstrasi/ aksi) yang bisa benar -benar di-manage dengan baik ya?
Memang, setiap aksi seperti itu rawan untuk disusupi oleh pihak yang tak bertanggung jawab dan mericuhkan suasana (provokator, red). Jadi mesti hati -hati juga.
tapi ga semua aksi demonstrasi seperti itu kok, dan ga semua juga untuk cari muka. jadi, menurut saya sih tergantung tujuannya.
YOURBROWSER :
@Goen:
Saya kurang tahu soal Tan Malaka, jadi…
Jika aksi massa yang diumbar para mahasiswa zaman sekarang tak sesuai dengan Tan Malaka — dan saya yakin tak seorang tokoh pun mengharapkan adanya aksi massa yang dipenuhi sampah dan ludah — maka sebenarnya seperti apa aksi massa harapan Tan Malaka? Mendengar soal sampai Sudjatmiko disinggung pun saya jadi tambah penasaran.
Setuju. Saya sempat curi dengar beberapa minggu lalu, pas mau ada demo di… mana ya, lupa, pokoknya demo menyangkut kenaikan harga BBM, seorang mahasiswa dari kampus saya berucap,
“Universitas lain pada demo, masa kita nggak demo? Besok kita ikutan demo dengan Adam’s Apple kita!”
Apaan ini? Begitu pikiran saya. Masa demo-demoan jadi kayak ajang pamer almamater. Padahal, perkiraan saya, orang-orang F***P mestinya lebih ngerti masalah sosial-politik, dan mempertimbangkan sebab-musabab suatu kasus sebelum bertindak, bukannya cuma demo asal-asalan kayak begitu.
YOURBROWSER :
Duh kok OOT ke sana. Diskusi kan sudah masuk ke topik.
Dan wacana ini menarik. Jika tidak dikembangkan, akan sia-sia. Kan namanya ksatria argumentasi, nah jangan biarkan sebuah pendapat atau argumen mentok di situ aja. Karena jika dikembangkan dalam diskusi yang sehat maka selain mengasah pola pikir juga menambah wawasan. Tidak ada yang belebihan, karena semua masih ada di jalur yang sesuai. Kalau sudah OOT itu baru namanya berlebihan. Aneh ya nama tuhan dibawa-bawa untuk menghentikan diskusi pada sebuah wacana yang menarik.
*komen ini masih di jalur yang sama, tentang bagaimana menyampaikan argumentasi*
Kalau nggak bisa balas, ya bilang aja. Repot. nanti.
YOURBROWSER :
Benar, sebagaimana Tuhan menyarankan bahwa dia tidak suka perihal yang berlebihan…