Monthly Archives - November 2008 -

Celebrated the Bloggers Party

Created by - Mihael Ellinsworth | Posted on - November 26, 2008 – 2:02 pm | 21 comments
Celebrated the Bloggers Party

Alkisah, tersebutlah sebuah pesta didalam megahnya sebuah ibukota. Maka tersuratlah sebuah perhelatan akbar yang sejadinya tercatat pada tahun 2008 Masehi. Maka direncanakanlah sebuah kumpul - kumpul kopdar besar yang dicantumkan pada tanggal 22 bulan November. Maka diadakanlah sebuah pagelaran yang kelak masih akan menjadi euforia dalam 2 minggu mendatang. Maka terjadilah Pesta Blogger 2008. Kapan hari kita mampu untuk berkumpul? Bersama penulis - penulis lain yang berada dalam satu ranah yang sama, tentu kenyataannya belum tentu. Meski dalam kenyataannya tidak ada yang serba gratis disana, tapi hanya perlu sedikit kontribusi untuk bisa bertemu blogger - blogger. Baik itu blogger indie, blogger label, blogger petuah, blogger keren, dan yang sok keren seperti aku ini :)) Bagaimana itu semua bermula ? Tentu banyak yang tahu Pesta Blogger dilihat dari perspektifku.



Celebrate the Bloggers Party

Created by - Mihael Ellinsworth | Posted on - November 18, 2008 – 8:23 pm | 12 comments
Celebrate the Bloggers Party

Apapun itu, Pesta Blogger 2008 ini nampaknya akan menjadi sesuatu yang teramat sangat meriah. Auditorium Gedung BPPT II ini akan dimeriahi oleh para pujangga daratan eberang. Sebut saja Jeff Ooi dari negeri jiran, Mr. Brown dari Singapura, Mark Tafoya yang merupakan Blogger asal USA, Anthony Bianco dari Australia, dan Mike Aquino dari Filipina. Ditambah 1200 peserta Pesta Blogger (jangan lupakan yang tidak reservasi!), tentu sayang berjuta sayang apabila dilewatkan. Jadi, sudah siap untuk Celebrating the Bloggers Party?



Aspirasi Politik SMA

Created by - Mihael Ellinsworth | Posted on - November 11, 2008 – 6:25 pm | 21 comments
Aspirasi Politik SMA

Kapan anda terakhir kali berargumentasi? Pertanyaan ini takkan cocok bila ditujukan kepada kaum - kaum politikus atau penulis. Bertanya begitu mungkin akan terasa normal bagi kalangan seperti mereka, dan bagiku itu jelas tidak asyik. Adalah teman - teman sekelasku, yang bercerita bak penyair dengan perantara coretan tangan berlintaskan imajinasi. Dibongkarnya pikiran mereka mengenai apa yang berlangsung di tahun duaribudelapan. Di atas secarik kertas yang terkumalkan, tumpahan aspirasi pun mereka alirkan. Hasilnya tentu bagus, dengan dasar argumentasi sebagian besar orang akan mengatakan Njelimet! Susah dilihat!, tetapi apalah buruknya. Bagi semua rakyat Indonesia ini sudah menginjak masa reformasi. Setelah tirani Alm. Soeharto runtuh diinjak oleh berjuta rasa, sudah saatnya orang - orang muda seperti kita mengeluarkan suara.



Quantum of Solace

Created by - Mihael Ellinsworth | Posted on - November 7, 2008 – 5:04 pm | 20 comments
Quantum of Solace

Jadi hari Rabu kemarin, aku menyaksikan secara Premiere di Indonesia, aksi Daniel Craig sebagai agen 007 di dalam film Quantum of Solace. Bagi yang setia mengikuti aksi agen dengan lisensi pembunuh ini pasti mengetahui bahwa film Quantum of Solace adalah kelanjutan dari Casino Royale. Tidak salah, karena awal dari film terbaru Bond ini amat berkaitan dengan akhir dari film tahun 2006 tersebut. Gaung film bermodal $230.000.000 ini kurang santer terdengar di Indonesia, lebih dikarenakan oleh film Indonesia sendiri yang tengah menjamur di pelbagai Bioskop.



Penyair Diantara Pengasingan

Created by - Mihael Ellinsworth | Posted on - November 2, 2008 – 5:56 pm | 12 comments
Penyair Diantara Pengasingan

Jika membahas kuasa durjana dari masa - masa orde baru, maka traumalah orang yang begitu dekat dengan palu arit. September 1965. G30S-PKI. Murkalah orang yang disangka anggota Gerwani atau dekat dengan orang komunis. Maka sakitlah hati para mantan Tapol yang sampai status rusaknya itu mengikut ke Kartu Tanda Penduduk. Maka bicarakanlah soal orang - orang yang pernah dibuang ke negara orang. Siapa ? Tentu banyak. Ketika harus berada di negeri orang karena diekstradisi dari tanah sendiri, mereka bisa saja kedatangan trauma politik. Dihajar oleh rindu, emosi, dendam menjadikan banyak dari mereka merajut kehidupan dengan media puisi. Ketika banyak sastrawan dan aktivis banyak mengutuk rezim Soeharto di negeri Indonesia, penyair Indonesia yang terbuang di luar negeri membentuk sebuah fenomena bernama Sastra Eksil Indonesia.