Tag Archives - "Opinions"

Atas Nama Agama
CREATEDBY : Mihael Ellinsworth | POSTEDON : December 4, 2008 – 6:32 pm

Imagine all the people, living life in peace….” ~Imagine - John Lennon

Don't have to ask about the censored one...

...Ya' don't have to ask about the censored one...

ATAS NAMA AGAMA
29 November - 2 Desember 2008 oleh penulis

Mungkin kerana akal rusak dan doktrinisasi yang terlalu kuat
Atau paham yang betapa jua berjalan, tidak akan menjadi bijak
“Atas Nama Agama!”
Lantas menyumbang darah “untukNya”.

[1]
Bollywood diserang oleh Laskar-e-Taiba
India’s Worst Terror Attack” , terburuk dimasanya
Hotel Trident-Oberoi rusak binasa, Taj Mahal porak - poranda
195 orang dimangsa, 300 manusia tak terenggut nyawanya

Di tanah yang sama, Pusat Yahudi dijaga
Dengan pejuang serupa, status sama pula
Membuat luka lama kembali menganga
Layaknya Palestina - Israel yang tak akur juga

India dan Pakistan makin tak terikat persaudaraannya
Yang salah membantah, yang menampik mangkir

[2]
Beberapa bulan sudah pasca eksekusinya
Amrozi, Ali Ghufron, dan Imam Samudra
Ditembak mati di Lembah Nirbaya
Tiga puluh algojo berbanding tiga manusia

6 tahun menerawang, Bali tiba - tiba gundah gulana
Banyak wajah kaku kehilangan air mukanya
Beratus orang mati meregang nyawa, meninggalkan sanak saudara
Di sisi lain, teriakan kemenangan menyeruak suasana

“Atas nama Agama!”

[3]
Lama terdiam dan membatin, inikah yang mereka percaya?
Bahwa membunuh kaum lain untuk menuju surga?
Bahwa mencaci umat lain demi mendapat rahmatNya?
Bahwa berperang dengan sesama untuk golongannya?

Achtung! Achtung!” Manusia butuh sang penyelamat
Penegak kebenaran yang tidak berlapiskan kepentingan
Tetapi janganlah bawa aku kepada Hari Kiamat
Karena pahlawan ada yang datang di akhir yang keramat

Full Tag Article : Atas Nama Agama

Celebrated the Bloggers Party
CREATEDBY : Mihael Ellinsworth | POSTEDON : November 26, 2008 – 2:02 pm

Selamat pagi, Ki Sanak.” ~Ndoro Kakung dalam sesi penyambutan Pesta Bloggers 2008

Alkisah, tersebutlah sebuah pesta didalam megahnya sebuah ibukota. Maka tersuratlah sebuah perhelatan akbar yang sejadinya tercatat pada tahun 2008 Masehi. Maka direncanakanlah sebuah kumpul - kumpul kopdar besar yang dicantumkan pada tanggal 22 bulan November. Maka diadakanlah sebuah pagelaran yang kelak masih akan menjadi euforia dalam 2 minggu mendatang. Maka terjadilah Pesta Blogger 2008.

 

Ya. Sebuah Euforia.

Ya. Sebuah Euforia.

Kapan hari kita mampu untuk berkumpul? Bersama penulis - penulis lain yang berada dalam satu ranah yang sama, tentu kenyataannya belum tentu. Meski dalam kenyataannya tidak ada yang serba gratis disana, tapi hanya perlu sedikit kontribusi untuk bisa bertemu blogger - blogger. Baik itu blogger indie, blogger label, blogger petuah, blogger keren, dan yang sok keren seperti aku ini :))

Bagaimana itu semua bermula ? Tentu banyak yang tahu Pesta Blogger dilihat dari perspektifku.

Full Tag Article : Celebrated the Bloggers Party

Celebrate the Bloggers Party
CREATEDBY : Mihael Ellinsworth | POSTEDON : November 18, 2008 – 8:23 pm

Jadi, Pesta Blogger 2008 sudah berada di depan mata. Kabarnya -semenjak tulisan ini lahir ke dunia- akan berlangsung 5 hari lagi.

Pesta Blogger 2008 - Blogging for Society

Pesta Blogger 2008 - Blogging for Society

Bagaimana persiapan anda? Apabila menyangkut keadaanku, it’s an utter chaos. Mengenyampingkan masalah perizinan, maka hal yang ditakutkan bagiku adalah transportasi. Semenjak datang ke ibukota beberapa bulan lalu, aku jadi makin mendapat sugesti bahwa tersasar adalah momok yang teramat sangat menyangkut di pikiran.

Sebagian orang berpikir, mengapa bukan masalah orangtua yang menjadi masalah? Tidak, tidak setidaknya bagiku. Pernah pergi sendiri ke tiga kota di Pulau Jawa menjadikanku bebas bertualang ke kota orang tanpa rasa cemas tertolak. Kembali ke masalah transportasi, sebenarnya aku ini agak penakut juga.

Apapun itu, Pesta Blogger 2008 ini nampaknya akan menjadi sesuatu yang teramat sangat meriah. Auditorium Gedung BPPT II ini akan dimeriahi oleh para pujangga daratan eberang. Sebut saja Jeff Ooi dari negeri jiran, Mr. Brown dari Singapura, Mark Tafoya yang merupakan Blogger asal USA, Anthony Bianco dari Australia, dan Mike Aquino dari Filipina. Ditambah 1200 peserta Pesta Blogger (jangan lupakan yang tidak reservasi!), tentu sayang berjuta sayang apabila dilewatkan.

Jadi, sudah siap untuk Celebrating the Bloggers Party? :D

Penyair Diantara Pengasingan
CREATEDBY : Mihael Ellinsworth | POSTEDON : November 2, 2008 – 5:56 pm

Jika membahas kuasa “durjana” dari masa - masa orde baru, maka traumalah orang yang begitu dekat dengan palu arit. September 1965. G30S-PKI. Murkalah orang yang disangka anggota Gerwani atau dekat dengan orang komunis. Maka sakitlah hati para mantan Tapol yang sampai status rusaknya itu mengikut ke Kartu Tanda Penduduk. Maka bicarakanlah soal orang - orang yang pernah dibuang ke negara orang. Siapa ? Tentu banyak. Ketika harus berada di negeri orang karena diekstradisi dari tanah sendiri, mereka bisa saja kedatangan trauma politik. Dihajar oleh rindu, emosi, dendam menjadikan banyak dari mereka merajut kehidupan dengan media puisi. Ketika banyak sastrawan dan aktivis banyak mengutuk rezim Soeharto di negeri Indonesia, penyair Indonesia yang terbuang di luar negeri membentuk sebuah fenomena bernama “Sastra Eksil Indonesia“.

Di Negeri Orang - Puisi Penyair Indonesia Eksil

Di Negeri Orang - Puisi Penyair Indonesia Eksil

Tidak seorang senimanpun yang ingin dan rela menjadi Eksil apalagi menjadi Eksil seumur hidup. Semoga sastra eksil Indonesia tidak akan pernah lahir lagi. Tapi apa yang sudah lahir sudah pasti akan jadi sejarah termasuk pula sebuah sastra Menjadi pengarang dan seniman untuk kedua kalinya selalu terbuka kemungkinannya. Tapi janganlah hendaknya kembali atau terpaksa meneruskan kehidupan Eksil yang sekarang ini.

~Asahan Alham, “Di Negeri Orang“, Amanah - Lontar, April 2002

Full Tag Article : Penyair Diantara Pengasingan