Tag Archives - "World"

Di Akhir Suatu Masa
CREATEDBY : Mihael Ellinsworth | POSTEDON : January 1, 2009 – 1:36 pm

Semua manusia mungkin tahu benar kapan hari terakhir di tahun 2008. Di mana tahun berikutnya yang diyakini Tionghoa sebagai tahun Kerbau Api akan diawali dengan sebuah akhir. Tahun 2008 begitu banyak menuai cerita. Cerita yang bilamana diperdengarkan kepada awam akan meninggalkan mimpi buruk. Sebuah kisah yang pula memperdengarkan sepasang kasih dan asmara memadu cinta mereka dengan bermacam cara. Sebuah naskah yang selama setahun sudah dilakoni oleh pemain - pemain dari berbagai usia, dengan sutradaranya Sang Maha Esa. 

Di tahun 2008 semua cerita bergulir satu demi satu. Bisa cerita, jelasmu? Dimulai sedari kematian sang diktator, dimana banyak kasus dan sengketa yang tidak terselesaikan dengannya. hingga KPK yang semakin beringas dalam membasmi kejahatan. Mulai dari Jaksa Agung sampai orang - orang DPR diembatnya ke meja hijau. Mulai dari Artalyta SUryani sampai Urip Tri Gunawan. Jikalau menilik dari segi lain seperti, katakanlah, agama, ceritanya akan lebih bernuansa lagi. Beringas, sebutlah. Seperti halnya noda - noda berbentuk pemaksaan kehendak kepada agama yang tidak diharapkan lahir. Atau pula sebuah aksi radikal mengatasnamakan sebuah kejayaan agama. Cerita bisa bermula dari berbagai arah. 

Bilamana kita mampu menerawang, mampulah kita untuk belajar dari masa kelam.

Bilamana kita mampu menerawang, mampulah kita untuk belajar dari masa kelam.

Waktu benar - benar berputar layaknya roda. Sebagian orang menganggap bahwa sesedih apapun kita, roda tidak akan pernah berhenti dan menunggu. Kitalah yang harus mengejar sang roda pada akhirnya. Yang tetap berhenti dan mati suri hanya akan dianggap sebagai angin lalu. Sebuah berita yang menghiasi layar kaca selama beberapa menit saja. Setelah itu, mungkin anda hanya tinggal ditembuskan ke Surga atau Neraka.

Sebuah cerita tidak pula harus menangkap seluruh gejala manusia. Tidakkah kita sadar selama tahun 2008 pula kita pernah menggelapkan dosa-dosa?

Full Tag Article : Di Akhir Suatu Masa

Jurnalisme Tersalahgunakan
CREATEDBY : Mihael Ellinsworth | POSTEDON : December 19, 2008 – 4:03 pm

Pada suatu ketika dimana Reformasi berkumandang -yang kala itu digerakkan oleh ribuan agent of change-, turut pula digemakan isu - isu kebebasan berpendapat, dimana sebuah kalimat pembelaan diri juga adalah sebuah hak meskipun itu keluar dari rakyat jelata. Dimana symfoni dan kumandang pendapat juga berarti jatah suara kita yang digunakan secara sah.

Namun bukan berarti “semua adalah benar bagi semua pengamat”. Kebenaran bagi kita sungguh sulit dijadikan bahan pertimbangan bagi sang Adil. Karena kebenaran itu ada juga yang berpusat dari dalam hati, yang pula mengarahkan kepada kebenaran versi sendiri. Dan bagi banyak orang, hal tersebut belum tentu benar. Memang banyak yang memangkas rapi seluruh isi berita pada masa orde baru, namun menghebohkan judul berita dan menambah ulang isinya demi atensi banyak manusia, itu juga tidak sedikit.

Elemen - Elemen Jurnalisme | Apa yang Seharusnya Diketahui Wartawan dan yang Diharapkan Publik
Elemen - Elemen Jurnalisme | Apa yang Seharusnya Diketahui Wartawan dan yang Diharapkan Publik

Dan hal tersebut juga pernah dicemaskan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. “Bahwa menulis dan menyampaikan berita juga adalah sebuah laku moral“.

Full Tag Article : Jurnalisme Tersalahgunakan

Atas Nama Agama
CREATEDBY : Mihael Ellinsworth | POSTEDON : December 4, 2008 – 6:32 pm

Imagine all the people, living life in peace….” ~Imagine - John Lennon

Don't have to ask about the censored one...

...Ya' don't have to ask about the censored one...

ATAS NAMA AGAMA
29 November - 2 Desember 2008 oleh penulis

Mungkin kerana akal rusak dan doktrinisasi yang terlalu kuat
Atau paham yang betapa jua berjalan, tidak akan menjadi bijak
“Atas Nama Agama!”
Lantas menyumbang darah “untukNya”.

[1]
Bollywood diserang oleh Laskar-e-Taiba
India’s Worst Terror Attack” , terburuk dimasanya
Hotel Trident-Oberoi rusak binasa, Taj Mahal porak - poranda
195 orang dimangsa, 300 manusia tak terenggut nyawanya

Di tanah yang sama, Pusat Yahudi dijaga
Dengan pejuang serupa, status sama pula
Membuat luka lama kembali menganga
Layaknya Palestina - Israel yang tak akur juga

India dan Pakistan makin tak terikat persaudaraannya
Yang salah membantah, yang menampik mangkir

[2]
Beberapa bulan sudah pasca eksekusinya
Amrozi, Ali Ghufron, dan Imam Samudra
Ditembak mati di Lembah Nirbaya
Tiga puluh algojo berbanding tiga manusia

6 tahun menerawang, Bali tiba - tiba gundah gulana
Banyak wajah kaku kehilangan air mukanya
Beratus orang mati meregang nyawa, meninggalkan sanak saudara
Di sisi lain, teriakan kemenangan menyeruak suasana

“Atas nama Agama!”

[3]
Lama terdiam dan membatin, inikah yang mereka percaya?
Bahwa membunuh kaum lain untuk menuju surga?
Bahwa mencaci umat lain demi mendapat rahmatNya?
Bahwa berperang dengan sesama untuk golongannya?

Achtung! Achtung!” Manusia butuh sang penyelamat
Penegak kebenaran yang tidak berlapiskan kepentingan
Tetapi janganlah bawa aku kepada Hari Kiamat
Karena pahlawan ada yang datang di akhir yang keramat

Full Tag Article : Atas Nama Agama

Penyair Diantara Pengasingan
CREATEDBY : Mihael Ellinsworth | POSTEDON : November 2, 2008 – 5:56 pm

Jika membahas kuasa “durjana” dari masa - masa orde baru, maka traumalah orang yang begitu dekat dengan palu arit. September 1965. G30S-PKI. Murkalah orang yang disangka anggota Gerwani atau dekat dengan orang komunis. Maka sakitlah hati para mantan Tapol yang sampai status rusaknya itu mengikut ke Kartu Tanda Penduduk. Maka bicarakanlah soal orang - orang yang pernah dibuang ke negara orang. Siapa ? Tentu banyak. Ketika harus berada di negeri orang karena diekstradisi dari tanah sendiri, mereka bisa saja kedatangan trauma politik. Dihajar oleh rindu, emosi, dendam menjadikan banyak dari mereka merajut kehidupan dengan media puisi. Ketika banyak sastrawan dan aktivis banyak mengutuk rezim Soeharto di negeri Indonesia, penyair Indonesia yang terbuang di luar negeri membentuk sebuah fenomena bernama “Sastra Eksil Indonesia“.

Di Negeri Orang - Puisi Penyair Indonesia Eksil

Di Negeri Orang - Puisi Penyair Indonesia Eksil

Tidak seorang senimanpun yang ingin dan rela menjadi Eksil apalagi menjadi Eksil seumur hidup. Semoga sastra eksil Indonesia tidak akan pernah lahir lagi. Tapi apa yang sudah lahir sudah pasti akan jadi sejarah termasuk pula sebuah sastra Menjadi pengarang dan seniman untuk kedua kalinya selalu terbuka kemungkinannya. Tapi janganlah hendaknya kembali atau terpaksa meneruskan kehidupan Eksil yang sekarang ini.

~Asahan Alham, “Di Negeri Orang“, Amanah - Lontar, April 2002

Full Tag Article : Penyair Diantara Pengasingan

Ksatria Argumentasi
CREATEDBY : Mihael Ellinsworth | POSTEDON : October 21, 2008 – 9:04 pm

Bukankah tidak ada yang sebelum dia ?

Ksatria Argumentasi

Seorang tua dengan sepeda BMX miliknya — melawan dunia.

Segelintir fenomena. Sesumbar ide brilian yang tertelan dalam enigma dunia. Sebuah Pergerakan.

Sayang aku hanya menemuinya sebanyak tiga kali, terhitung selama hidup saat aku berada di depan komputer ini. Berarti jelas, mewawancarainya adalah mustahil. Pertama kulihat dia di sebuah jalan daerah Dago atas, terlelap di dalam pengap jalanan dan trotoar. Sembari memarkirkan sepedanya yang berhiaskan bendera putih dan seucap pendapat yang diabadikan lewat tulisan. Kali kedua aku berpapas dengannya tidak jauh dari tempat pertama dia berada. Dan pertemuan ketiga, diabadikan di perempatan Buah Batu, Bandung.

Andai ada seribu orang yang sama dengannya, maka aksi unjuk rasa dan demonstrasi akan lebih baik bila binasa. Maka aksi goyang pagar hanyalah jadi bualan belaka. Maka aksi bentrok polisi dan maha-siswa akan menjadi guyonan semasa. Sebuah aksi nyata yang dilakukan tanpa gaya otot ini, sudah sepatutnya menjadi referensi bagi ksatria argumentasi di dunia maya. Blogger, salah satunya.

Sudah pernah mengikuti aksi nyata dalam berpendapat ?